View Full Version
Sabtu, 12 Jun 2010

Umat Islam Menolak Rekayasa Terorisme

voa-islam.com - Jum'at siang, 11 Juni kemarin, ribuan umat islam berkumpul di lapangan Masjid Agung Al-Azhar dengan mengatasnamakan Komite Penegakan Syari'at Islam (KPSI) Pusat, di bawah koordinasi FUI menggelar aksi unjuk rasa "Menolak Rekayasa Terorisme" di depan Mabes Polri, Jl. Trunojoyo 3, Jakarta Selatan.

Yang Diikuti dari berbagai Ormas Islam di Indonesia seperti dari Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) dari Cabang JABODETABEK, Banten dan Jawa Tengah, Forum Umat Islam (FUI), Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB), Gerakan Pemuda Islam (GPI), Laskar Pembela Islam (LPI), Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Reformis Islam (GARIS), dan Hizb Dakwah Islam (HDI).

 

Berikut Inti dari Maklumat yang Kami dapatkan dari Pimpinan Gerakan Pemuda Islam (GPI):

BUBARKAN ZIONIS LOKAL 88 DAN CRT (Crisis Respond Team)
1. Mengutuk dengan keras tindakan biadab yang dilakukan oleh kepolisian, Densus88, dan CRT {Crisis Respond Team} atas penangkapan terhadap aktifis dakwah, melakukan Penyiksaan dalam tahanan, bahkan menembak mati yang sangat tidak manusiawi nyata-nyata mengikuti desakan Amerika dan sekutunya.

2. Mendesak Densus88 dan CRT {Crisis Respond team} untuk berhenti melakukan penangkapan terhadap aktifis dakwah dan menembak mati yang disampul dengan terorisme.

3. Mendesak pemerintah untuk membubarkan Densus88 dan CRT yang dibina langsung oleh Amerika dan sekutunya, agar umat islam di Indonesia tidak jadi korban isu terorisme.

4. Mengajak kepada segenap kaum muslimin untuk proaktif mengerahkan segenap kekuatan, harta dan jiwa guna melawan ketidak adilan yang sebenarnya dikomandoi oleh Amerika dan sekutunya. Ya Allah hancurkan orang-orang yang memusuhi ajaran-Mu, sebagaimana Engkau hancurkan pasukan abraha dengan burung Ababil.

Demikian Maklumat yang ditanda tangani oleh Pimipinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Bidang Dakwah dan Jihad Ust. Syamsuddin.

 


Dalam Orasi-orasi yang disampaikan oleh para perwakilan Ormas Islam itu terdengar ada isu penangkapan oleh aparat kepolisian terkait isu terorisme di Indonesia kepada Ust. Abu Bakar Ba'asyir, maka para pemimpin Ormas Islam meneriakan dengan mengatasnamakan umat islam Indonesia "Siap mengorbankan harta dan jiwa untuk melawan", jika isu itu benar-benar terjadi, yang diiringi dengan teriakan takbir dari ribuan masa yang memadati  jalan depan kantor Mabes Polri.

Dan sejumlah perwakilan tokoh ormas Islam mengirimkan delegasi dengan pihak kepolisian, yang menjadi delegasi antara lain Sekjen FUI KH. Muhammad Al Khaththath, Wakil Sekjen FPI Awit Masyhuri, Ketua DPD FPI Jakarta Habib Salim bin Umar Al Attas, Ketua Tim Advokasi FUI Munarman, Ketua umum GARIS H. Chep Hernawan, Pimpinan Pesantren Missi Islam Hasyim Abdullah dan Aktivis Hizb Dakwah Islam (HDI) Azhar M Taher.

Diwakili oleh KH. Muhammad Al Khaththath menyampaikan hasil dari delegasi pada akhir orasi, bahwa sampai hari ini belum ada informasi dari Polri soal upaya penangkapan terhadap Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) KH. Abu Bakar Baasyir.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakadivhumas Mabes Polri Brigjen Pol. Zainuri Lubis saat menerima delegasi Forum Umat Islam (FUI) di Ruang Rapat Divhumas Mabes Polri.

Dan pada akhirnya masa membubarkan diri dengan damai menuju Masjid Agung Al-Azhar untuk menunaikan ibadah shalat Asar sebelum kembali kedaerahnya masing-masing. (Adr)


latestnews

View Full Version