

Yogyakarta (voa-islam) Sebanyak 1000 jilbab dibagikan kepada perempuan yang melintas di sepanjang jalan dari jalan Abu Bakar Ali- Malioboro hingga kantor Pos Besar Yogyakarta oleh Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus(FSLDK) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (8/9).
Sebelum membagikan jilbab masa FSLDK DIY berkumpul di taman parkir Abu Bakar Ali dan kemudian dengan berjalan kaki menuju kawasan Malioboro. Di sepanjang protokol ini, massa membagi-bagikan jilbab kepada para wanita yang ditemuinya.
Pengendara sepeda motor yang sedang berhenti pun mendapat pembagian jilbab. Respon dari masyarakat pun sangat antusias dan merasa berterima kasih, bahkan ada beberapa warga yang langsung mengenakannya.
Puluhan mahasiswa tersebut selain membagikan jilbab juga mengedarkan kotak sumbangan amal untuk membantu korban gempa di Jawa Barat. Menurut Ketua FSLDK DIY, Ida Nur Laely, aksi membagikan jilbab ini dalam rangkaian memperingati International Hijab Solidarity Day (IHSD) atau Hari Jilbab International yang jatuh pada tanggal 4 September yang lalu.
Tujuannya untuk mengajak masyarakat, khususnya kaum muslimah selalu membumikan jilbab. ''Diharapkan kaum muslimah mampu menunjukkan jati dirinya sebagai seorang muslim sejati. Dengan jilbab, seseorang telah menunjukkan identitasnya, serta semakin meretas kemuliaan dan eksistensinya sebagai muslimah yang selalu menebarkan manfaat bagi orang lain,''kata dia.
Hal senada juga dikemukakan Koordinator aksi Tebar 1000 Jilbab Saidul Hudri bahwa aksi yang bertemakan "Menyongsong Indonesia berjilbab 2010" ini bertujuan untuk mengajak masyarakat, khususnya kaum muslimah untuk senantiasa membumikan jilbab. ''Karena dengan jilbab tersebut, akan mampu memperindah akhlak seseorang,” kata Hudri.
Dalam aksi ini FSLDK Propinsi DIY juga mendesak kepada pemerintah agar konsisten dalam menjalankan perundang-undangan terkait pornografi dan pornoaksi. Saat ini Undang-undang pornografi dan pornoaksi seakan sudah tenggelam. Pemerintah tidak konsisten untuk menjalankan perundang-undangan tersebut, kata dia.
Ida berharap dengan jilbab segala bentuk pornografi dapat ditekan sedemikian rupa. Tentu saja dengan cara berjilbab yang bagus dan benar sesuai syariat Islam, kata dia.
Selanjutnya FSLDK DIY juga minta pemerintah untuk mengambil kebijakan tegas terkait pendelegasian puteri Indonesia dalam ajang "Miss Universe".
Ajang tersebut, kata mahasiswa UII ini, tidak akan menaikkan harkat bangsa ini. Ajang Miss Universe justru merusak harkat dan martabat bangsa, serta melunturkan budaya ketimuran. ''Kami juga mengimbau segenap putri bangsa untuk tidak tergiur dengan ketenaran dengan mengikuti kontes Miss Universe tersebut,''tegas Ida. nri/kpo