View Full Version
Sabtu, 10 Jul 2010

FPI Solo: Pecat dan Tangkap Ribka 'Anak PKI' Tjiptaning

Solo (voa-islam.com) - Kemarin, Puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI), menggelar unjuk rasa di depan Markas Polisi Kota Besar (Mapoltabes) Solo. Aksi tersebut merupakan protes terhadap rencana pembekuan FPI pasca fitnah pengusiran anggota Komisi IX DPR di Banyuwangi, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Selain memprotes rencana pembekuan FPI, kedatangan massa FPI yang dipimpin langsung Ketua FPI Solo, Khoirul Suparjo, juga menyampaikan tuntutan agar polisi segera menangkap Ribka Tjiptaning yang telah menghidupkan kembali faham komunis gaya baru.

...“FPI tidak terlibat dalam pengusiran tersebut. Yang melakukan pengusiran adalah sejumlah ormas keagamaan yang resah dengan sepak terjang Ribka yang mencoba membangkitkan kembali faham komunis,” jelas Khoirul Suparjo...

Untuk menghindari bentrokan antara massa FPI dengan aparat, beberapa perwakilan massa FPI diterima langsung Kabag Ops Kompol Slamet Riyadi. Usai pertemuan, Ketua FPI Solo, Khoirul Suparjo, mengatakan desakan membekukan FPI pascapengusiran di Banyuwangi, tidak mendasar. Pasalnya, FPI tidak terlibat dan tidak bergabung dengan sejumlah ormas yang melakukan pengusiran tersebut.

“FPI tidak terlibat dalam pengusiran tersebut. Yang melakukan pengusiran adalah sejumlah ormas keagamaan yang resah dengan sepak terjang Ribka yang mencoba membangkitkan kembali faham komunis,” jelas Khoirul Suparjo di Mapoltabes, Jalan Ahmad Yani, Solo, Jumat (9/7/2010).

Menurut Khoirul, dalam pertemuan dengan Poltabes, selain menyampaikan tuntutan agar Ribka ditangkap, FPI juga melayangkan surat kepada DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri. Dalam surat tersebut, FPI meminta agar Ribka diberhentikan dari keanggotaan DPR. Pasalnya, anggota Fraksi PDIP itu secara terang-terangan menggunakan dana kegiatannya sebagai anggota DPR, untuk menyebarkan faham komunis di berbagai tempat yang dikunjungi.

“Saya punya undangannya kalau kegiatan di Banyuwangi bukan pengobatan massa. Tapi temu kangen dengan ekskomunis.
Parahnya, kegiatan yang disenggarakan Ribka selama ini, menggunakan dana parlemen. Ribka memanfaatkan fasilitasnya sebagai anggota DPR untuk menyebarkan faham komunis. Apalagi, Ribka secara terang-terangan mengaku bangga menjadi anak PKI,” beber Khairul sambil menunjukan buku berjudul Aku Bangga Jadi Anak PKI yang dibuat Ribka.

Unjuk rasa yang digelar massa FPI di depan Poltabes Solo ini sempat membuat macet lalu lintas.
Selain menggelar orasi, massa FPI juga membagikan selebaran kepada pengguna jalan. (Ibnudzar/oz)


latestnews

View Full Version