View Full Version
Jum'at, 17 Jul 2026

KODI DKI Jakarta Gelar Wisuda PKM Angkatan XXXII, Luluskan 65 Mubalig

JAKARTA (Voa-Islam.com) — Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta menggelar Wisuda Mahasiswa Pendidikan Kader Mubalig (PKM) Angkatan XXXII Tahun 2025 dan Studium General PKM Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7/2026). Sebanyak 65 kader mubalig diwisuda, sementara 75 mahasiswa baru diterima untuk mengikuti pendidikan angkatan berikutnya.

Acara tersebut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kehadiran gubernur mendapat apresiasi dari Ketua KODI DKI Jakarta KH Jamaluddin F. Hasyim yang menilai dukungan pemerintah daerah penting bagi penguatan dakwah di Ibu Kota.

"Dengan perkenan Bapak Gubernur untuk hadir bersama kita dalam wisuda ini merupakan suatu karunia dari Allah SWT. Kehadiran kami mewakili banyak golongan masyarakat dalam bidang dakwah," kata Kiai Jamaluddin dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, PKM KODI merupakan program pendidikan mubalig selama delapan bulan yang berlangsung mulai Maret hingga November, kemudian ditutup dengan ujian pada Desember sebelum peserta diwisuda.

Menurut Kiai Jamaluddin, sejak kepengurusan KODI periode 2022-2026, sebanyak 2.310 peserta telah diterima mengikuti PKM dan 1.682 di antaranya telah diwisuda. Jika dihitung sejak KODI berdiri pada 1969, alumni PKM telah mencapai ribuan orang.

"Jakarta sebagai kota global adalah jendela bagi dunia dalam melihat Indonesia. Karena itu, KODI hadir bersama komponen masyarakat lainnya mengupayakan terciptanya kehidupan masyarakat Jakarta yang bertakwa, beriman, dan memberikan kemaslahatan bagi pembangunan Jakarta," ujarnya.

Ia mengatakan, para alumni PKM telah diberdayakan untuk pembinaan keagamaan di sejumlah rusunawa, rumah sakit, panti sosial, dan lembaga pemasyarakatan. Namun, pemanfaatan dai lulusan KODI di masjid-masjid milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai masih belum maksimal.

"Masjid di lingkungan Pemprov ini belum pernah menggunakan dai dari KODI. Mudah-mudahan setelah ini ada instruksi dari Pak Gubernur langsung soal itu," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Jamaluddin juga menyampaikan apresiasi kepada Pramono Anung atas berbagai program pembinaan keagamaan yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta, antara lain pengajian rutin di Balai Kota, pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) hingga tingkat kelurahan, serta penyelenggaraan haul ulama Betawi di Monas.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan lulusan PKM KODI diharapkan menjadi teladan dalam memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah di tengah masyarakat.

"Jakarta sebagai kota global, kota yang berkebudayaan, kota yang inklusif, benchmark-nya bukan lagi kota-kota di Indonesia, tetapi kota-kota dunia. Saudara-saudara nantinya akan mengambil peran untuk itu," kata Pramono.

Ia menegaskan Islam yang berkembang di Jakarta harus menghadirkan kesejukan dan membawa semangat rahmatan lil 'alamin. Karena itu, pemerintah akan membuka ruang bagi alumni KODI untuk berdakwah di lingkungan Balai Kota.

"Saya minta nanti Pak Asisten agar alumni KODI ini diberdayakan di Balai Kota. Bahkan Jumat depan saya minta salah satu lulusan terbaiknya mengisi ceramah di masjid kita," ujar Pramono.

Selain itu, Pramono mengungkapkan rencana menyiapkan 1.000 mushaf Alquran untuk menyambut lima abad Jakarta, masing-masing 500 mushaf untuk program khataman Alquran dan 500 mushaf untuk kegiatan tadarus di Balai Kota.

Menutup sambutannya, Pramono menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan mahasiswa baru PKM Angkatan XXXIII. Ia berharap para kader mubalig mampu memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk memperluas syiar Islam serta menjaga kerukunan dan kesejukan kehidupan masyarakat Jakarta.*


latestnews

View Full Version