View Full Version
Sabtu, 04 Aug 2012

Heboh Komando Pasukan Kristus Gereja Bethany Semarang

SEMARANG (voa-islam.com)  – Spanduk bertuliskan KOPASSUS (Komando Pasukan Kristus) dengan gambar tentara yang dibuat oleh gereja Bethani sempat menghebohkan warga Semarang. Spanduk tersebut dikhawatirkan menimbulkan gesekan antar umat beragama.

Perwakilan dari LUISS ( Laskar Umat Islam Semarang) akhirnya mendatangi Gereja Bethany di jl gajah mada semarang pada hari Jumat (3/8/2012) pukul 13.00 WIB, guna meminta penjelasan dan jawaban berkenaan dengan pemasangan spanduk yang dinilai provokatif tersebut.

Sekitar Pukul 13.30 WIB diadakan pertemuan dan mediasi antara LUISS dan pihak Gereja Bethany. Mediasi tersebut dikawal dan dimediatori oleh aparat kepolisian sektor Semarang Tengah. Dalam Pertemuan tersebut juru bicara LUISS, ustadz Arifin, meminta penjelasan dan jawaban dari pihak Gereja Bethany, tentang spanduk yang bertuliskan KOPASSUS dengan bergambar tentara, yang dinilai  beliau dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Sebab, KOPASUSS sendiri merupakan aparat negara dan bukan milik atau alat salah satu agama.

 “Kami umat Islam merasa keberatan dengan pemasangan spanduk yang bertuliskan KOPASUSS, yang di pasang oleh Gereja Bethany.  Kami menginginkan Semarang suasananya kondusif, sebagaimana yang dicanangkan pihak kepolisian dengan slogannya KAMTIBMAS. Saya mengharapkan tulisan-tulisan dan atribut-atribut yang bisa mengundang keresahan-keresahan di masyarakat untuk tidak ditampak-tampakkan. Jika kita semua menginginkan ketertiban dan keamanan dalam bulan Rommadhon ini,” katanya.

“Seperti kita ketahui bersama KOPASUSS merupakan salah satu angkatan bersenjata negara Indonesia, apakah penggunaan nama KOPASUSS untuk acara agama tertentu, menurut bapak-bapak yang ada disini merupakan tindakan yang di benarkan oleh hukum dan undang-undang?” tambahnya.

Pihak Gereja Bethany yang diwakili oleh Johan, menjelaskan bahwa acara gereja yang bertajuk KOPASSUS tidak mempunyai maksud apa-apa. Acara tersebut memang ditujukan untuk anak-anak muda dalam menyambut kemerdekaan Indonesia dan untuk meningkatkan semangat patriotisme mereka.

“Dengan kedatangan LUISS hari ini mungkin kita bisa lebih belajar dan lebih berhat-hati untuk memilih kata-kata dan kami juga bersyukur dengan kejadian ini kami bisa menjadi lebih wise (bijaksana) lagi. Intinya memang bukan ada apa-apa, cuma kami membuat acara tersebut untuk anak muda supaya lebih menarik saja. Dan acara tersebut memang acara ibadah untuk anak muda yang tiap minggu temanya berbeda-beda yang ada hubungannya dengan semangat patriotisme dalam  menyambut acara 17 Agustus,”papar Johan selaku Ketua Pemuda Gereja Bethany.

Dalam waktu yang sama pihak Gereja Bethany juga meminta maaf kepada umat Islam berkaitan dengan pemasangan spanduk KOPASUSS.

Ditemui wartawan, juru bicara LUISS ustadz Arifin menjelaskan hasil pertemuan dengan pihak gereja Gereja Bethany dan sikap LUISS selanjutnya.

“Kami tidak menginginkan lambang-lambang negara ini digunakan dan disalahartikan oleh sebagian atau seluruh elemen-elemen masyarakat yang bukan haknya untuk memakai. Dan kami menginginkan supaya kedepan tidak ada gesekan-gesekan antara umat beragama. Kami tidak ingin ada salah satu pihak memancing kekeruhan perselisihan antar umat beragama. Sikap LUISS selanjutnya dari penjelasan pihak gereja tadi yang mengatakan bahwa ini hanya sebuah kreasi saja dan tidak ada maksud apa-apa dan mereka juga telah meminta maaf atas pencantuman KOPASUSS, yang merupakan ketidaksengajaan. Maka kami (LUISS) terima, karena yang namanya ketidaksengajaan di dalam ajaran kami pun, dimaafkan,”paparnya. [Widad/LUISS]


latestnews

View Full Version