View Full Version
Rabu, 05 Sep 2012

Ustadz Abdullah Umar Bersyukur Atas Syahidnya Farhan

JAKARTA (voa-islam.com) - Peristiwa penembakan oleh Densus 88 di jalan Veteran, Solo pada Jum’at (31/8/2012) lalu telah menyebabkan 2 orang pemuda gugur dan seorang anggota Densus 88 tewas.

Kedua pemuda itu diketahui bernama Muchsin dan Farhan. Pihak kepolisin menyebut bahwa Farhan adalah anak tiri dari ustadz Abdullah Umar atau Abu Umar, salah seorang narapidana ‘teroris’ yang telah divonis 10 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada bulan Mei 2012 lalu.

Terkait hal tersebut tentu banyak kaum muslimin yang ingin mengetahui secara pasti, benarkah Farhan adalah anak tiri ustadz Abdullah Umar. Ternyata tak berapa lama, redaksi voa-islam.com mendapatkan kiriman berita tentang ustadz Abdullah Umar. Dalam berita tersebut ia mengkonfirmasi kebenaran bahwa Farhan adalah anak tirinya.

...Alhamdulillah kami sekeluarga sangat bergembira karena kami baru saja menikahkan anak kami (dengan bidadari, red.)

Bahkan ustadz Abdullah Umar bersyukur anak tirinya, Farhan Mujahid telah syahid. "Alhamdulillah, kami sekeluarga sangat bergembira karena kami baru saja menikahkan anak kami (dengan bidadari, red.) dan kami sekeluarga insya Allah memiliki kesempatan untuk mendapatkan syafa'at dari keluarga kami yang syahid," demikian ungkap ustadz Abdullah Umar dalam berita yang diterima redaksi voa-islam.com, Rabu (5/9/2012).

Untuk mengungkapkan kegembiraan dan rasa syukur atas syahidnya Farhan Mujahid, ustadz Abdullah Umar insya Allah berencana mengadakan tasyakuran dengan memotong kambing pada hari Rabu ini.

Perlu diketahui bahwa setelah ayah kandung Farhan yang bernama Sarmo (bukan Sartono seperti yang dikatakan oleh BNPT, red.) syahid dalam amaliyah jihad pada awal tahun 2000, maka istri Sarmo kemudian dinikahi oleh ustadz  Abdullah Umar. Pada saat itu Farhan masih berusia sekitar enam tahun. Sejak itu Farhan berada dalam asuhan dan didikan ustadz Abdullah Umar.

...kepada  kalian yang sibuk dengan meributkan perbedaan kelompok dan perbedaan pendapat dengan meninggalkan jihad sehingga kita semakin terpuruk, hendaklah malu kepada seorang anak kecil yang telah berani berjihad

Selain itu, ustadz Abdullah Umar juga menyampaikan pesan kepada para aktivis dan pemuda Islam. "Pertama, hendaknya kita malu kepada seorang anak kecil (Farhan berusia 18 tahun) yang berani menghadang para pembela thaghut. Kita juga harus malu di mana kita takut dan lari dari kematian sementara Farhan justru mencari kematian.

"Kedua, kepada  kalian yang sibuk dengan meributkan perbedaan kelompok dan perbedaan pendapat dengan meninggalkan jihad sehingga kita semakin terpuruk, hendaklah malu kepada seorang anak kecil yang telah berani berjihad," jelasnya.

Demikian nasehat dan pesan dari ustadz Abdullah Umar dari balik terali besi. Ia berharap semoga kelak ada para pemuda yang terus berjihad melanjutkan perjuangan Islam. [AF]


latestnews

View Full Version