View Full Version
Rabu, 29 May 2013

Klarifikasi Kyai Cholil atas Dukungannya kepada Fatin X Factor

JAKARTA (voa-islam.com) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Seni dan Budaya, KH. A. Cholil Ridwan menyampaikan klarifikasinya terkait dukungannya terhadap Fatin Shidqia Lubis.

Menurutnya dukungannya terhadap Fatin bukan lantaran dirinya menyukai musik. Bukan pula lantaran ia menyukai acara X Factor, apalagi acara tersebut disinyalir merupakan program Zionis Yahudi.

“Saya tidak hobi musik, saya juga tidak hobi tontonan televisi. Kalau nonton televisi paling saya lihat berita atau kajian-kajian ilmiah. Ketika X Factor itu diadakan kemudian ada peserta yang pakai jilbab, itu menarik saya untuk melihat. Kemudian saya pikir ini sesuatu yang bisa pengaruh baik bagi anak-anak remaja. Bahwa menggunakan jilbab itu tidak menjadi kendala, bahkan bagi orang yang mau berkarir. Itulah maksud pesan saya, yang saya gunakan untuk mendukung Fatin,” kata KH. Cholil Ridwan dari ujung telepon kepada voa-islam.com, Selasa (28/5/2013).

Dukungan KH. Cholil Ridwan lantaran jilbab yang dikenakan Fatin. Dengan demikian ia berharap para remaja masa kini bisa mencontoh Fatin agar tak perlu sungkan berjilbab.

“Jadi bukan Fatinnya, saya tidak kenal dia, bukan anak saya dan bukan murid saya, karena dia tampil dengan menggunakan budaya syariah di forum yang sangat tidak relevan dengan syariah. Dengan begitu dia punya pendirian yang teguh padahal dia masih remaja dan ini perlu didukung. Supaya remaja-remaja lain tidak sungkan untuk berjilbab,” imbuhnya.

...Maka saya berusaha mendukung Fatin bukan Fatinnya, bukan X Factornya, tetapi jilbabnya supaya ya’lu (menang, red.)...

Sampai ketika grand final, Kyai Cholil melihat seolah ada pertempuran antara budaya syriah yakni jilbab dengan budaya kafir yang menggunakan pakaian seksi.

“Ketika duet dua besar itu antara Novita Dewi dengan Fatin, yang satu berjilbab, yang satu pakaiannya minim, kemudian roknya di atas dengkul dan pakai kalung berlambang salib. Berarti pada grand final antara keduanya ada pertempuran antara jilbab yang syariah dengan salib yang musyrik kafir itu,” ujarnya.

Maka inisiatifnya mengirimkan surat terbuka yang diantaranya berisi ajakan kaum Muslimin mendukung Fatin tak lain untuk memenangkan budaya syariah jilbab.

“Maka saya berusaha mendukung Fatin bukan Fatinnya, bukan X Factornya, tetapi jilbabnya supaya ya’lu (menang, red.), supaya dia mengungguli orang-orang yang tidak berjilbab,” ungkapnya.

Saat ditanya, bagaimana tanggung jawab Kyai Cholil setelah Fatin menang tetapi justru ia melakukan pelanggaran syariah yakni berpelukan dengan lawan jenis, Kyai Cholil mengaku tak tahu kejadian tersebut.

“Saya tidak tahu tuh kalau ada pelukan-pelukan itu karena saya tidur. Kemudian saya cek ke ibu-ibu yang nonton X Factor apa ada adegan pelukan Fatin pelukan dengan teman-temannya yang laki di muka umum? Mereka jawab; ngga ada cuma si Dhani aja yang peluk karena anggap dia anak kecil,” jawabnya.

Ia menambahkan, hanya Allah yang tahu apakah dirinya akan diminta pertanggungjawaban, namun menurutnya ia tak pernah menyuruh Fatin berbuat hal demikian.

“Allah Maha Tahu, apakah saya bertanggung jawab atau tidak, karena kan dia pelukan bukan saya yang suruh, orang saya kenal juga tidak,” imbuhnya. [Ahmed Widad]     


latestnews

View Full Version