View Full Version
Rabu, 19 Jun 2013

TPM: Aparat tidak Profesional dan Melecehkan Perempuan

JAKARTA (voa-islam.com) - Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan membenarkan adanya laporan dari beberapa orang istri mujahidin yang mendapat perlakukan tak senonoh dalam pemeriksaan ketika hendak membesuk suami mereka di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Michdan berjanji akan memfasilitasi para korban mengadu ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan bila perlakuan tersebut terus terjadi.

“Iya, beberapa orang itu nanti mau saya fasilitasi ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan,” kata Achmad Michdan kepada voa-islam.com, Selasa (18/6/2013).

Ia menilai, tindakan petugas di Mako Brimob hingga menggeledah celana dalam bahkan sampai kea lat vital sudah berlebihan, meskipun yang memeriksa sama-sama perempuan.

“Menurut hemat saya itu berlebihan. Kalau misalnya mau diperiksa kan bisa pakai metal detector. Atau kalau memang mencurigakan itu kan biasanya yang kasus-kasus Narkoba sehingga mereka ada yang ketahuan menyembunyikannya di alat vital. Itu pun setelah terdeteksi dulu mencurigakan,” jelasnya.

Bahkan hal itu amat tidak pantas, pasalnya sekarang aparat sudah didukung dengan peralatan modern.

“Ini justru mempertontonkan hal yang tidak pantas. Zaman sudah maju, tapi perilaku aparat seperti orang dulu. Jadi tidak canggih, padahal sekarang kan sudah didukung oleh peralatan modern, jadi tidak perlu tindakan seperti itu,” imbuhnya.

Michdan menegaskan bahwa perlakuan tersebut menunjukkan apara tidak profesional dan cenderung melecehkan.

“Ini menunjukkan ketidakprofesionalan aparat dan cenderung melecehkan,” tegasnya.

Michdan yang sudah belasan tahun menjadi pengacara para mujahid ini tak menyangka adanya perlakuan tersebut dan baru kali ini didapati.

Bahkan di LP Super Maximum Secirity Nusakambangan saja pemeriksaannya tidak sampai demikian. “Tidak ada itu,” tutupnya. [Ahmed Widad]


latestnews

View Full Version