View Full Version
Senin, 24 Jun 2013

Warga Solo Serukan Berantas Preman!!

SOLO (voa-islam.com) – Minggu (23/6/2013) pagi, sejumlah warga  kampung Kentingan Baru, Jebres, Solo, Jawa Tengah masih terlihat sedih setelah pada hari sebelumnya, ratusan preman bayaran merusak dan merobohkan rumah mereka.

Beberapa warga juga ada yang terlihat mengais perabot rumah tangga mereka yang masih bisa diselamatkan. Sedangkan para wanita dan anak terlihat masih trauma dan sesekali menangis ketika ditanya tentang kronologi penyerangan dan perusakan para preman terhadap rumah mereka.

Sementara itu, para warga yang laki-laki terlihat memasang sejumlah spanduk di pinggir jalan yang merupakan akses masuk menuju pemukiman mereka. Ada pula spanduk yang di pasang didekat kampus UNS Solo yang memang tak berada jauh dari kampung Kentingan Baru.

...Spanduk ini di pasang oleh warga sini. Hal ini sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat Solo agar berhati-hati terhadap preman, karena aksi premanisme masih mengancam kita semua...

Diantara spanduk yang terpampang di pinggir jalan dan berada di sekitar jalan raya yang menuju ke arah kabupaten Karanganyar, kalau dari arah utara antara lain ; “Brantas Premanisme Bayaran… Tangkap Perusak Rumah Warga”, “Brantas Preman, tegakkan Keadilan”, dan lain-lain.

Menurut Ja’far, salah satu warga Kentingan Baru yang menempati blok nomor 5, pemasangan spanduk tersebut sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat Solo lainnya, bahwa bahaya preman dan aksi premanisme masih mengancam.  

“Spanduk ini di pasang oleh warga sini. Hal ini sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat Solo agar berhati-hati terhadap preman, karena aksi premanisme masih mengancam kita semua,” kata Ja’far kepada kepada voa-islam.com pada Minggu, (23/6/2013) di TKP.

...Yaa sangat disayangkan, karena saat itu, kata ibu-ibu disini, polisi juga banyak. Tapi kenapa mereka diam saja dan membiarkan rumah kami di rusak dan di robohkan para preman? Warga sini menilainya itu yaa sebuah keanehan...

Selain itu, pria yang mempunyai dua anak yang masih kecil-kecil ini juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap aparat kepolisian dari Polsek Jebres yang hanya diam saja saat rumah para warga di rusak dan di robohkan para preman. Dirinya menduga jika aparat bermain mata dengan para preman perusak rumah warga.

“Yaa sangat disayangkan, karena saat itu, kata ibu-ibu disini, polisi juga banyak. Tapi kenapa mereka diam saja dan membiarkan rumah kami di rusak dan di robohkan para preman? Warga sini menilainya itu yaa sebuah keanehan,” terangnya.

Karena adanya kemungkinan kecil polisi akan bersikap profesional dengan menindak para preman, warga Kentingan Baru dan warga Solo lainnya kemudian berinisiatif menggalang dukungan massa untuk turut prihatin dengan penderitaan mereka melaui pemasangan spanduk.

...Ndak ada sama sekali (bantuan dari Pemkot Solo -red). Semalam kami dan anak-anak kami yaa terpaksa tidur diluar ini tanpa atap dan alas tidurnya pun kita pakai seadanya saja...

...Dan yang jelas, para preman harus segera kita berantas bersama. Karena aksi premanisme sudah terbukti meresahkan warga masyarakat. Buktinya yaa kami yang ada di sini...

Ja’far menjelaskan, ketika kabar pengrusakan kampung Kentingan Baru sudah menyebar luas, Pemkot Solo seharusnya datang untuk memberikan bantuan, tapi nyatanya hal itu tidak ada sama sekali. Disamping itu, spanduk tersebut juga ajakan untuk bersama-sama memberantas premanisme.

“Ndak ada sama sekali (bantuan dari Pemkot Solo -red). Semalam kami dan anak-anak kami yaa terpaksa tidur diluar ini tanpa atap dan alas tidurnya pun kita pakai seadanya saja," ujarnya.

"Dan yang jelas, para preman harus segera kita berantas bersama. Karena aksi premanisme sudah terbukti meresahkan warga masyarakat. Buktinya yaa kami yang ada di sini,” tandasnya. [Khalid Khalifah]


latestnews

View Full Version