View Full Version
Kamis, 19 Sep 2013

Pemerhati Terorisme: Densus 88 Pelaku Teror Penembakan Polisi?

JAKARTA (voa-islam.com) – Belajar dari kasus penembakan  di Mapolsek Sulawesi Tengah (Sulteng) pada bulan Juli 2013, bukan tidak mungkin pelaku aksi teror penembakan sejumlah anggota polisi akhir-akhir ini justru aparat anti teror sendiri.

Hal ini sebagaimana disampaikan Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya. Menurutnya, segala kemungkinan bisa terjadi dalam kasus penembakan polisi, termasuk Densus 88 sebagai pelaku teror belakangan ini.

Dan khusus peristiwa di Mapolsek Sulteng bulan Juli 2013 lalu tidak begitu terekspos media. Namun dari penelusuran CIIA, didapatkan informasi dan yang menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk memahami sisi-sisi gelap teror di Indonesia.

“Polisi sebenarnya telah menemukan pelaku peristiwa teror berupa penembakan di Mapolsek Palu Selatan 17 juli 2013 silam, tak lain adalah oknum Densus 88 yang berinisial YW,” kata Harits, kepada voa-islam.com pada Rabu (18/9/2013).

...Polisi sebenarnya telah menemukan pelaku peristiwa teror berupa penembakan di Mapolsek Palu Selatan 17 juli 2013 silam, tak lain adalah oknum Densus 88 yang berinisial YW...

Dikemudian hari, lanjut Pemerhati Kontra Terorisme ini, Polda Sulteng mengakuinya dan berargumentasi bila peristiwa penembakan tersebut sebagai bentuk uji kesiagaan Mapolsek setempat terhadap ancaman aksi terorisme.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Soemarno menyebutkan, peristiwa itu sesungguhnya bukan aksi terorisme seperti yang di duga selama ini. “Itu bukan aksi terorisme, namun memang hanya sebagai bentuk uji kesiagaan,” tutur Soemarno didepan beberapa awak media.

Berdasarkan penelusuran informasi yang diperoleh CIIA dari lapangan, menyebut kasus itu sebenarnya telah terungkap oleh polisi pada 18 Juli 2013. Pelaku yang berinisial YW telah berhasil ditangkap oleh personel Brimob yang berinisial R di arena STQ Palu.

Namun, agenda mengumumkan keberhasilan penangkapan pelaku diurungkan setelah diketahui Pelaku adalah oknum anggota Densus 88 yang bertugas di Poso. Bahkan sebaliknya, anggota Brimob yang berinisial R di ciduk dan dibawa ke Mabes Polri untuk sebuah kepentingan.

...Itu bukan aksi terorisme, namun memang hanya sebagai bentuk uji kesiagaan...

Dari fakta ini, masyarakat harus sadar bahwa teror dan terorisme sudah mengalami pergeseran sedemikian rupa. Lebih dari itu, Harits mengingatkan betapa bahayanya jika "teror" dilakukan oleh aparat dengan memuntahkan peluru hanya untuk kepentingan memberantas terorisme.

Alasan “teror” yang dibuat hanya untuk menjadi triger kesiapan aparat menjadi sangat klise sekali. Ini menjadi sampel penting bahwa bukan tidak mungkin sejumlah teror yang menjamur di Indonesia adalah produk dari sebuah “rekayasa” untuk mencapai target-target tertentu.

Harusnya ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, dan menjadi “amunisi” masyarakat terutama stackholdernya untuk memberi masukan dan kontrol bagi semua institusi negeri ini yang hendak menegakkan keadilan. Sebab, keadilan tidak bisa tegak dengan cara-cara yang justru mencederai rasa keadilan. [Khalid Khalifah]


latestnews

View Full Version