View Full Version
Selasa, 22 Oct 2013

Hasil Survei LSI: Prabowo dan Jokowi Tak Lebih Presiden Wacana

JAKARTA (voa-islam.com) – Jokowi dan pendukungnya sepertinya patah semangat. Terlebih hasil riset terbaru Lingkarang Survei Indonesia (LSI) menyebutkan, Jokowi tak lebih capres wacana karena masih tergantung pada kebaikan hati atau dukungan tokoh dan partai di luarnya.

LSI menyimpulkan, hanya tiga partai yang mendapat perolehan suara terbanyak, terutama terkait bakal calon presiden yang diajukan pada Pemilu Presiden 2014.

Indeks Capres 2014 yang dibuat LSI, hanya ada 3 nama capres riil yaitu Aburizal Bakrie (Partai Golkar dan koalisinya), Megawati Soekarnoputri (PDIP dan koalisinya), dan pemenang konvensi Partai Demokrat.

"Jokowi dan Prabowo walaupun tinggi elektabilitasnya, hanya akan menjadi capres wacana karena masih tergantung pada kebaikan hati atau dukungan tokoh/partai di luarnya," katanya.

Dalam survei LSI Maret 2013, elektabilitas Prabowo mencapai 19,2 % (termasuk tiga besar kandidat tekuat capres selain Megawati dan Aburizal Bakrie). Namun elektabilitas Prabowo tidak didukung dengan elektabilitas Partai Gerindra.

Partai Gerindra dalam sejumlah survei yang dilakukan LSI masih di bawah 10 % dan di bawah tiga partai (Golkar, Demokrat, dan PDIP). Elektabilitas Prabowo belum mampu dikonversikan menjadi elektabilitas partai.

Jokowi pun bukanlah pemimpin struktural PDIP. Walaupun memiliki elektabilitas yang tinggi, maju tidaknya Jokowi dalam Pilpres masih menyisahkan perbedaan pendapat di internal PDIP.

Oleh karena itu, kata LSII, suka atau tidak suka, majunya Jokowi dan Prabowo masih dinilai oleh publik sebagai wacana belaka. Kedua tokoh ini belum bisa dimasukkan sebagai capres riil yang akan bertarung dalam pilpres 2014 nanti.

Hasil survei LSI selanjutnya adalah dalam pemilu legislatif, tiga partai menduduki urutan teratas yakni Partai Golkar (20,4 persen), PDIP (18,7 persen), dan dan Partai Demokrat (PD) sebesar 9,8 persen. Kemudian Gerindra (6,6 %), PAN (5,2 %), PPP (4,6 %), PKB (4,6 %), PKS (4,4 %), Hanura (3,4 %), Nasdem (2,0 %), PBB (0,6 %), PKPI (0,3 %) dan yang belum menentuan (19,4 %).

"Jika hasil pemilu seperti survei dan persyaratan capres adalah diajukan parpol dengan suara nasional 25 persen dan perleh kursi DPR 20 persen, maka hanya Golkar, PDIP dan Demokrat yang bisa mengajukan capres pada Pilpres 2014," kata Adjie.

Survei LSI itu diadakan pada 12 September--5 Oktober 2013, di 33 Provinsi dan menggunakan 1.200 responden. Dengan metode multistage random sampling, estimasi kesalahan penyamplingan sekitar 2,9 %. Survei itu juga menggunakan instrumen kuesioner dengan wawancara tatap muka (face to face interview). [desastian/Ant]


latestnews

View Full Version