View Full Version
Rabu, 11 Jun 2014

Dinilai Lecehkan Umat Islam, Aliansi Umat Islam Sumatera Utara Demo Jurnal Asia Medan

SUMATERA UTARA (voa-islam.com) – Aliansi Umat Islam Sumatera Utara yang terdiri dari gabungan ormas-ormas Islam seperti FUI, FPI, LPI, Laskar Mujahidin, Laskar Ababil, HMI dan beberapa ormas lainnya, Jum’at lalu (06/06/2014) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Harian Jurnal Asia Medan. Mereka melakukan demo ini karena media tersebut melakukan pelecehan terhadap umat Islam melaui tulisannya.

Pada tanggal 31 Mei 2014, harian yang dipimpin Tongariojo Angkasa Ginting seorang tokoh Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Medan ini memuat berita yang isinya menjelek-jelekkan umat Islam. Dalam pemberitaannya, Jurnal Asia memuat tulisan yang jelas-jelas menghina kaum muslimin, “Muslim Koruptor, Muslim Sontoloyo”. Tidak hanya itu, di bagian lain dimuat tulisan “Bismillah Nawaitu Korupsi, Alhamdulillah Dapat Korupsi 6,7 Triliun”.

Tentu saja hal itu membuat umat Islam di Medan geram. Akhirnya, umat Islam Medan dari berbagai ormas sepakat untuk melakukan unjuk rasa menentang penghinaan dan pelecehan ini.

"Kami meminta pihak Jurnal Asia memberikan klarifikasi dan meminta maaf kepada umat Islam. Seharusnya pihak media tidak menerbitkan berita ataupun foto yang mengandung SARA," kata Ketua FPI Sumut, Muhammad Dahrul Yusuf, usai melakukan pertemuan dengan pihak redaksi Harian Jurnal Asia seperti yang dilaporkan oleh media Suara Islam Online (10/06/2014).

"Mereka kan orang media. Tahu mana yang boleh diterbitkan, mana yang tidak," tambah Dahrul.

Dalam pertemuan tersebut, harian Jurnal Asia mengaku sudah meminta maaf dan melakukan klarifikasi atas pemberitaanya tersebut. Mereka mengatakan telah memuat permintaan maaf dan klarifikasi dalam koran yang mereka terbitkan tanggal 5 Juni 2014.

Namun, setelah diselidiki permintaan maaf dan klarifikasi yang dilakukan itu tidaklah adil. Harian Jurnal Asia meminta maaf dan melakukan klarifikasi hanya dengan mencantumkannya di kolom kecil sebelah kanan halaman utama surat kabarnya. Sementara tulisan yang menjelekkan umat Islam dimuat dengan tulisan besar sebagai berita utama.

Media kristen sudah makin berani melecehkan umat Islam dengan terang-terangan. Pertanda apakah ini? [PurWD/Adi/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version