View Full Version
Kamis, 28 Aug 2014

Iim Baasyir : Awas, BNPT Sudah Tanam Orang di Suriah!!

Jakarta (voa-islam.com) - Data yang dimiliki BNPT menyebutkan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan IS/ISIS ( Islamic State) sejumlah 56 orang. Empat orang di antaranya meninggal.

Selain mengantongi data orang-orang yang pergi ke Suriah dan Irak, BNPT juga memantau arus balik mereka yang kembali ke Indonesia.

"Ada beberapa yang kembali," ujar Deputi Bidang Deradikalisasi,Perlindungan dan Pencegahan BNPT Agus Surya Bhakti, Jumat, 22 Agustus 2014.

Dia menjelaskan kepulangan mereka karena kecewa mereka justru disuruh memerangi orang Islam. Kondisi peperangan yang jauh berbeda dengan apa yang mereka pahami tentang konsep perang dalam ajaran Islam.

"Karena yang mereka perangi adalah orang Islam juga," katanya.

Kenapa BNPT bisa memiliki data 56 WNI yang bergabung dengan IS/ISIS, apakah mereka sebenarnya diberangkatkan oleh agen BNPT sendiri yang menyamar sebagai "mujahid" penyalur?

Menjawab pertanyaan tersebut, Ustadz Abdur Rochim Ba'asyir membenarkan bahwa BNPT telah menanamkan orang-orang khusus di Suriah dan bekerja sama dengan intelijen Turki untuk memantau siapapun yang masuk Suriah.

"Soal BNPT tau siapa saja yang ke suriah dan bahkan mungkin sudah memiliki catatan nama-nama mereka saya yakin hal itu emang benar." kata Ustadz Abdur Rochim Ba'asyir kepada redaksi voa-islam.com, Rabu (27/8/2014).

"Soal BNPT tau siapa saja yang ke suriah dan bahkan mungkin sudah memiliki catatan nama-nama mereka saya yakin hal itu emang benar." kata Ustadz Abdur Rochim Ba'asyir kepada redaksi voa-islam.com, Rabu (27/8/2014).

"Karena BNPT melakukan pengawasan terhadap para aktifis Islam yang aktif bergerak ke dan dari Suriah melalui jaringan mereka." tambahnya.

"Bahkan kabar yang saya dapatkan mereka bahkan sudah menanamkan orang khusus di Suriah, walau saya belum tau apakah berada di barisan ISIS atau lainnya." terangnya.

"Bahkan kabar yang saya dapatkan mereka bahkan sudah menanamkan orang khusus di Suriah, walau saya belum tau apakah berada di barisan ISIS atau lainnya." terangnya.

"Pemerintah Indonesia juga sudah melakukan kerjasama intelijen dengan pihak Turki untuk pertukaran informasi dan pengawasan. Jadi tidak heran jika kemudian BNPT memiliki data soal aktifis di sana. Walaupun saya yakin belum semua hal bisa di data oleh bnpt." katanya

Pertanyaan berikutnya adalah kenapa BNPT bisa tahu mana yang bergabung dengan IS/ISIS dan mana yang relawan kemanusiaan? Padahal secara visa tentu tidak disebutkan mau gabung kelompok apa?

"Yang perlu diwaspadai adalah niat buruk oknum-oknum di BNPT yang kemudian "menjual" mereka untuk kepentingan proyek terorisme di indonesia." terangnya.

"Yang perlu diwaspadai adalah niat buruk oknum-oknum di BNPT yang kemudian "menjual" mereka untuk kepentingan proyek terorisme di indonesia." terangnya.

"Sebagaimana yang kita sudah maklum sekarang bahwa isu ISIS di Indonesia ternyata hanyalah sebuah bahan untuk pengkondisian bagi permulaan gegapnya isu terorisme yang mungkin sedang akan dibakar kembali beberapa saat kedepan. Wallahu a'lam." tutupnya

Harus selalu waspada karena syetan beserta agen-agennya selalu membuat makar untuk menjerumuskan setiap manusia pada satu dari dua lubang kehancuran yaitu, berleha-leha cinta dunia atau kebalikannya bersungguh-sungguh namun ghuluw alias berlebih-lebihan. (aj/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version