View Full Version
Ahad, 19 Feb 2023

Urgensi Memahami Filsafat: Dasar dari Pemikiran

BANDUNG (voa-islam.com) - Hari Kamis (09/02) Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Bandung telah melaksanakan pertemuan ketujuhbelas dengan tajuk “Mengenal Filsafat” di Ruang Tafsir, Masjid Istiqamah Bandung.

Sebagai awal perkuliahan, Usep Mohamad Ishaq, Ph.D menjadi pemateri yang merupakan dosen dari UNIKOM ini menyampaikan apakah memang perlu kita sebagai seorang muslim mempelajari filsafat.

“Belajar filsafat itu perlu ketika kita hidup berdampingan dengan lingkungan yang dipengaruhi pemikiran-pemikiran barat. Agar kita tahu apa pemikiran-pemikiran yang salah dari luar Islam,” tutur Usep sebagai pembuka perkuliahan.

Aristoteles mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran. Terkandung di dalamnya ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika.

“Ketika kita mengatakan filsafat itu haram maka semua pengetahuan itu haram,” ujar peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) tersebut.

Hal ini dikarenakan berdasarkan penjelasan Aristoteles, filsafat mempelajari segala macam ilmu pengetahuan. 

Pemateri yang juga merupakan dosen di Universitas Komputer menambahkan, bahwa dahulu filsafat itu mempelajari segala macam ilmu. Orang-orang dahulu belajar filsafat bertujuan agar menjadi ahli dalam segala macam ilmu.

“Saat ini, filsafat berarti studi tentang pemikiran-pemikiran manusia tentang hal-hal mendasar juga relevansinya dengan kehidupan masa kini,” lanjut Usep.

Sehingga makna filsafat menjadi lebih luas, sebagai kajian tentang segala macam, segala yang dianggap ada eksistensinya, segala macam ilmu yang ada di dunia ini.

“Namun yang tidak menjadi cakupan dari ilmu filsafat adalah ilmu-ilmu agama. Hal ini karena filsafat dan agama berbeda dari segi metode. Filsafat menggunakan akal, sementara agama menggunakan akal yang dibingkai oleh wahyu.” terang Usep.

Salah satu peserta SPI, Astri, yang merupakan seorang mahasiswa Psikologi mengatakan caranya menghadapi pemikiran-pemikiran Barat.

“Cara saya membentengi diri dari pemikiran dan pemahaman Barat yang mewarnai jurusan yang saya pelajari (psikologi) adalah dengan mempelajari worldview Islam dan memahami bagaimana konsep psikologi Islam. Sayangnya studi psikologi Islam belum banyak dijumpai di Indonesia, sehingga agak kesulitan untuk memahami dan menemukan gurunya, maka dari saya memilih untuk mengikuti SPI sebagai salah satu ikhtiar memahami konsep dasar worldview Islam untuk bekal mempelajari Psikologi Islam lebih dalam,” ujarnya. [firdaus/syahid/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version