View Full Version
Rabu, 15 Jul 2026

Sahabat MUI Kota Bekasi Matangkan Agenda Amar Makruf Nahi Mungkar, Soroti Narkoba hingga LGBT

BEKASI (voa-islam.com) – Menguatnya berbagai persoalan sosial di kawasan perkotaan mendorong perlunya kolaborasi lintas elemen masyarakat. Berangkat dari semangat itu, Sahabat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi menggelar Rapat Kerja (Raker) I yang dirangkaikan dengan Halalbihalal di Asrama Haji Kota Bekasi, Rabu (15/7/2026) siang.

Mengusung tema "Berkolaborasi demi Kota Bekasi yang Lebih Baik", forum tersebut menjadi momentum penyusunan arah gerak organisasi setelah Sahabat MUI Kota Bekasi resmi memiliki legalitas sebagai yayasan dan terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Ketua Panitia, H. Faisal Novira A. Moeliza, mengatakan legalitas tersebut menjadi pijakan bagi organisasi untuk menjalankan program-program kemasyarakatan secara lebih terstruktur.

"Raker pertama ini menjadi tonggak awal pergerakan organisasi setelah kami resmi berbadan hukum. Fokus ke depan adalah memperkuat gerakan amar makruf nahi mungkar, terutama menghadapi persoalan penyimpangan sosial serta maraknya peredaran narkoba di Kota Bekasi," ujarnya.

Faisal juga menyinggung adanya angka sekitar 6.000 yang disebut berkaitan dengan fenomena LGBT di Kota Bekasi. Ia menyatakan angka tersebut menjadi perhatian organisasi dalam menyusun langkah pembinaan sosial.

Perlu dicatat, angka tersebut sebelumnya juga pernah disampaikan oleh Lembaga Dakwah Khusus MUI Kota Bekasi berdasarkan informasi yang diterima dari pihak yang mengaku mewakili komunitas terkait. MUI sendiri menyebut angka itu bukan merupakan data statistik resmi pemerintah, melainkan estimasi berdasarkan komunikasi yang mereka lakukan. Pemerintah daerah hingga kini belum menerbitkan data resmi yang memverifikasi jumlah tersebut.

Bentuk Litbang dengan Tujuh Divisi

Wakil Ketua Umum Sahabat MUI Kota Bekasi, KH Epen Supendi, menegaskan bahwa organisasi tidak ingin bergerak secara reaktif. Karena itu, Raker I diarahkan untuk menyusun program berbasis riset melalui pembentukan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang).

Menurutnya, Litbang tersebut membawahi tujuh divisi strategis, mulai dari kajian keislaman, sosial kebangsaan hingga pemberdayaan masyarakat.

"Kami ingin setiap langkah organisasi memiliki landasan kajian yang kuat. Merancang tindakan jauh lebih efektif dibanding bergerak tanpa perencanaan," kata KH Epen.

Desak BNK Kota Bekasi Dihidupkan Kembali

Selain isu penyimpangan sosial, perhatian besar juga diberikan terhadap peredaran narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sahabat MUI Kota Bekasi, Bambang Sunaryo SH, meminta Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD segera mengaktifkan kembali Badan Narkotika Kota (BNK) agar upaya pencegahan dan penegakan hukum berjalan lebih optimal.

"Kami berharap Wali Kota dan DPRD mendukung pengaktifan kembali BNK. LBH Sahabat MUI siap memberikan edukasi hukum sekaligus pendampingan gratis bagi masyarakat kecil yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika," ujarnya.

Menurut Bambang, penanganan narkoba tidak cukup hanya melalui pendekatan represif, tetapi juga membutuhkan edukasi hukum dan pendampingan masyarakat secara berkelanjutan.

Perkuat Kolaborasi untuk Bekasi yang Lebih Baik

Sementara itu, Ketua Umum Sahabat MUI Kota Bekasi, Ismail Ibrahim, menegaskan bahwa keberhasilan menghadapi berbagai penyakit masyarakat membutuhkan sinergi seluruh unsur, mulai dari ulama, pemerintah, aparat penegak hukum hingga masyarakat.

"Misi utama Sahabat MUI adalah berkolaborasi demi Bekasi yang lebih baik. Kita tidak mungkin menghadirkan kebaikan atau melawan kemungkaran sendirian. Karena itu kami akan terus merangkul semua pihak untuk meminimalisasi berbagai persoalan yang mencederai Kota Bekasi, termasuk narkoba, pinjaman online ilegal, dan berbagai penyakit masyarakat lainnya," tegasnya.

Raker I Sahabat MUI Kota Bekasi diharapkan menjadi awal konsolidasi organisasi dalam memperkuat peran dakwah sosial, advokasi hukum, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun Kota Bekasi yang aman, religius, dan berkeadaban. [PurWD/voa-islam.com]

 


latestnews

View Full Version