View Full Version
Jum'at, 08 Jan 2010

Indonesia Telah Sah Menjadi Produsen Pornografi

Bandung (voa-islam.com) - Akhirnya massa dari FSLDK Bandung Raya, menggelar aksi unjuk rasa menolak pemutaran film 'Suster Keramas' di depan Gedung Sate, Jumat (8/1). Mereka menganggap film tersebut tidak mendidik dan lebih banyak menampilkan adegan syur. Kegeraman ini timbul karena lebih dari seminggu umat islam nampaknya tak ada yang bergeming untuk memprotes film "Suster Keramas" yang dibintangi oleh porn actress nomor satu di Jepang, Rin Sakuragi, yang sejatinya justru mengalahkan popularitas Miyabi di negeri asalnya.

Biang keladinya siapa lagi kalo bukan Maxima Pictures yang dijaga oleh Odi Mulya Hidayat. Setelah gagal meloloskan Miyabi dalam film yang sedianya akan ditayangkan pada Desember 2009 lalu lantaran desakan FPI ke markas Maxima Pictures di Jl. Pangeran Jayakarta, Jakarta Barat. Meski desakan massa telah merangsek ke kantor Maxima, namun dengan santainya justru di Desember 2009 lalu justru malah melansir film baru berjudul "Air Terjun Pengantin" yang dibintangi oleh Tamara Blezinsky yang justru malah menampilkan ketelanjangan didepan publik dengan mengenakan bikini two pieces. Lebih parah daripada aksi Miyabi jika sedianya bermain di film "Menculik Miyabi", yang hanya berperan sebagai pemilik counter penjual lingerie.

Massa dari FSLDK Bandung Raya, berorasi di depan Gedung Sate, Bandung

Kebebalan ini memang luar biasa hebat, aksi FPI nampaknya tak jua membuat Odi Mulya Hidayat dan Maxima Pictures bergeming dalam menghancurkan moral bangsa Indonesia yang didominasi umat Islam.

Bagaimana tidak, setelah lolos dengan merilis film "Air Terjun Pengantin" yang sepi dari aksi amuk massa, kini malah melaunching film "Suster Keramas" yang dibintangi Rin Sakuragi, artis porno nomor wahid di Jepang sana yang biasa disebut dengan Japan Adult Video (JAV).

Nampaknya "gebukan" FPI tak membuat Maxima Pictures jera, perlu kiranya umat islam yang memiliki 'bargaining power' melakukan tindakan hukum secara konkret dan bersikap tegas atas perusahaan film yang sejenis dengan Maxima Pictures yang kerap memproduksi film dengan artis wanita yang gemar menampilkan ketelanjangan tubuhnya. Ini Musibah yang terlanjur dibiarkan umat Islam.

Odi, Kejam betul dikau..

 

Indonesia Penikmat Pornografi ketiga terbesar didunia, Lalu kemanakah Pemerintah Indonesia ?

Maraknya video porno dengan 'artis' Indonesia yang beredar secara sengaja maupun tidak sengaja sampai ke publik, tidak lagi membuat geger masyarakat Indonesia.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring, saat ini ada 500 jenis video porno 'buatan' Indonesia yang beredar di masyarakat.

Dari 500 jenis vcd porno dengan pemeran orang Indonesia itu, 70 persen adalah remaja sekolah tingkat SMP dan SMA.

Pornografi kian marak, bahkan bebas. Ironisnya, di Indonesia, kota-kota yang paling banyak mengakses pornografi adalah kota pelajar, seperti Semarang, Yogyakarta, Palembang, dan Depok.

“Berdasarkan googletren, Indonesia menduduki peringkat ketiga yang banyak mengakses pornografi. Kota-kota pelajar seperti Yogya dan Depok masuk sepuluh besar yang paling banyak mengakses pornografi,” ujar Azimah Soebagijo

Menurut Azimah, pornografi di Indonesia masih terlalu bebas. Di perkotaan, masalah yang timbul akibat pornografi adalah pencabulan dan pemerkosaan. Korbannya kebanyakan adalah remaja dan anak-anak.

Azimah mengatakan, ada tiga departemen yang dapat mengatur masalah pornografi. Pertama, Departemen Agama, membuat Peraturan Pemerintah, Pasal 42, untuk membuat gugus tugas yang mengawal kasus pornografi sebelum dilimpahkan ke kepolisian.

Kedua Departemen Komunikasi dan Informatika membuat PP Pasal 14 tentang distribusi pornografi di media dan materi pendidikan seksual. “Jadi, nanti kalau sudah diatur, tidak semua orang bisa menggelar pendidikan seksual di berbagai tempat, atau media. Majalah-majalah dewasa yang menampilkan hal-hal berbau porno juga diatur,” ucap Azimah.

Ketiga, Departemen Pemberdayaan Perempuan, yang membuat PP Pasal 16 tentang masalah rehabilitasi orang yang kecanduan pornografi atau yang menjadi pelaku pencabulan dan pemerkosaan akibat pornografi.

Azimah mengatakan, berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, Mary Anne Layden dari Program Psikopatologi dan Trauma Seksual, University Pennsylvania, menyatakan, gambar porno adalah masalah utama pada kesehatan mental penduduk dunia saat ini.

Dalam penelitian Anne, disebutkan, pornografi tak hanya memicu ketagihan yang serius, tapi juga pergeseran pada emosi dan perilaku sosial. Sekitar 40 persen pasien yang ketagihan pornografi kehilangan pasangannya, 58 persen pasien mengalami kerugian finansial, 27 hingga 48 persen dipecat atau keluar dari pekerjaannya.

Yayasan Kita dan Buah Hati ( YKBH ) pada agustus 2008 mengeluarkan hasil penelitiannya tentang dari mana saja anak mengakses materi pornografi. Hasil penelitian YKBH memperlihatkan dari 1997 responden, 27 % materi pornografi di dapat melalui komik, games 16 %, televisi 13 %, handphone 13 %, internet 12 %, VCD/DVD 10 %, majalah 6 %, koran 2 %, dan novel 1 %. Jadi, masyarakat harus ekstra waspada terhadap komik, games, TV, dan HP tanpa melupakan bahaya dari jeratan media lainnya.

Pemerintah kita kemana ?

Ayo saatnya umat islam bertindak...

(Rojul alal Khot, voa-islam.com/dari berbagai sumber)


latestnews

View Full Version