View Full Version
Rabu, 18 Feb 2015

Daging Babi dan Injil, Fesbuker ini Menghina Masjid Kuba

Setelah kebakaran beberapa hari lalu yang ditengarai sengaja dibakar oleh orang-orang yang membenci Islam di Amerika, Masjid Quba di Houston mendapat hinaan lagi melalui akun Fesbuknya. Di saat banyak orang dan pihak yang bersimpati dan berusaha membantu, ada saja orang yang dengan kebencian berusaha menghina dan melecehkan.

Akun Fesbuk Masjid Quba mengumumkan tentang kejadian kebakaran, meminta doa dan menjelaskan bahwa kegiatan berjalan seperti biasa seperti pelaksanaan salat Jumat dan akitivitas lainnya. Di tengah berbagai komentar yang menguatkan, terselip satu komentar berisi penghinaan dari akun bernama Oso Osorio. Dia berkomentar akan ‘menyumbang’ bacon sandwiches and a bible atau roti isi daging babi dan kitab Injil.

Bagaimana bila itu tertuju pada kita? Sudah rumah kita dibakar masih saja ada yang menghina dari pihak pembakar tersebut. Emosi tentunya. Tapi admin Masjiq Quba menanggapinya dengan bijak. Dia menjawab bahwa ‘sumbangan’ Injil dianggap sebagai sumbangan atas ilmu yang umat Islam selalu berusaha mempelajarinya. Sedangkan roti isi daging babi bisa disumbangkan ke tunawisma di area tersebut. Bahkan tak lupa admin Masjid Quba sempat menyebut penghina itu dengan sebagai orang yang peduli.

Beberapa komentar penghinaan muncul pada kolom komentar tersebut yang berasal dari orang-orang pembenci Islam dan umatnya. Akun Fasebuk bernama Ed Tindell bahkan membuat singkatan Islam = Is Satan Labeled As Muslims. Bukannya tersinggung, admin Masjid Quba mengucapkan terima kasih atas kepanjangan tersebut.

Lebih jauh tentang Oso Osario, dia juga mengeluarkan pernyataan bahwa seharusnya semua masjid di Amerika dibakar sehingga umat Islam kembali ke Arab semuanya. Di sini jelas terlihat ada golongan ekstrimis radikal yang berbahaya tinggal di Amerika dan mereka bukanlah orang Islam. Mereka adalah orang-orang tipe Oso Rosario dan Ed Tindell yang selalu menyebarkan kebencian dan menjadi kaum muslimin sebagai korban. Semoga Allah memberi  hidayah pada orang sedemikian dan menjadi Amerika nantinya menjadi benua penuh mualaf yang mengagungkan Allah sebagai ilah saja. Wallahu alam. (riafariana/voa-islam.com)

Sumber: addictinginfo


latestnews

View Full Version