View Full Version
Selasa, 04 Apr 2017

Awas, Jebakan Anime!

Oleh: Emha Ibrohim*

Sobat muslim, Pengen tahu aja nih, kamu lebih banyak baca atau lebih banyak mendengar atau lebih banyak nonton? Silakan jawab sendiri ya. Saya beri penjelasan aja nih. Kalo kamu banyak baca, alhamdulillah. Berarti wawasan kamu (seharusnya) bertambah setiap kali membaca informasi dan opini. Begitu pula kalo mendengarkan informasi dan opini dari radio. Itu juga berlaku ketika kamu nonton acara televisi atau tayangan lainnya yang sifatnya audio-visual. Namun, yang perlu diperhatikan adalah isinya.

Yup, apa yang kamu baca, apa yang kamu dengar dan apa yang kamu tonton amat berpengaruh nantinya kepada cara pandang kamu dan perilaku kamu. Kalo informasi dan opini yang benar dan bermanfaat, insya Allah akan berpengaruh baik pada cara pandang dan perilaku kamu. Bagaimana kalo informasi dan opini yang buruk dan salah? Ya, kamu bisa aja terpengaruh jadi jelek kalo nggak ngerti dan nggak punya filter buat nyaringnya. Tul nggak?

Gini sobat, tak diragukan lagi kini Anime sedang digandrungi anak remaja. Coba deh sob, tampilan tokoh utamanya yang keren, imut dan heroik. Gini sob, anime adalah animasi dari Jepang yang digambar dengan tangan maupun menggunakan teknologi komputer. Kata anime merupakan singkatan dari " animation" dalam bahasa Inggris, yang merujuk pada semua jenis animasi.

Di luar Jepang, istilah anime digunakan secara spesifik untuk menyebutkan segala animasi yang diproduksi di Jepang. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa anime dapat diproduksi di luar Jepang. Beberapa anime juga bisa bertahan bertahun-tahun lho ! Tergantung peminatnya, pokoknya yang dipake adalah azaz manfaat dapet untung gede. Salah satunya itu anime naruto, one piece, yang udah tayang ratusan episode di TV Tokyo. Bahkan ada juga yang produksi costum anime di Indonesia. Mungkinkah kamu peminat anime diantara mereka ?

...apa yang kamu baca, apa yang kamu dengar dan apa yang kamu tonton amat berpengaruh nantinya kepada cara pandang kamu dan perilaku kamu. Kalo informasi dan opini yang benar dan bermanfaat, insya Allah akan berpengaruh baik pada cara pandang dan perilaku kamu...

Kalo dari segi konten, memang ada konten anime yang memang dari sononya butuh BO, sebutlah Shinchan, Doraemon, dll. Sekilas kayak gapapa, padahal mah sebenarnya kalo ga diantisipasi, bisa bahaya. Doraemon menceritakan kisah Nobita yang sangat tidak patut ditiru. Daya hayal pencipta Doraemon yang keren sebenarnya oke, tapi kalo nanti diterjemahkan sama anak2 bahwa ada kantong ajaib, pintu ke mana saja secara mutlak, maka bimbingan dan penjelasan dari orang tua di sini sangat perlu.

Imajinasi2 yang distimulus berbagai kartun (entah Jepang ataupun lainnya) mungkin dianggap baik, yang perlu diwaspadai dari sononya mereka punya niat jelek buat ghazwul Fikri atau merusak pikiran anak-anak atau bahkan yang udah dewasa sekalipun. Kalo Shinchan, seingatku, di Jepang malah peruntukannya bukan untuk anak-anak, karena ada banyak hal yang berbau pornografi. Tapi saya ga terlalu nyimak karena emang ga suka.

Sob, Anime bisa berkembang biak di Jepang bahkan sampe ke negara-negara​ lain ini karena eh karena, negara mengadopsi  liberalisme dan kini sudah tertancap kuat  disetiap negara. Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Liberalisme ini kalo dibiarkan akan menjalar menggeser budaya asli Islam. Sedikit demi sedikit sobat muslim yang tergila-gila pada anime ini lama-lama​ menjauh dari kehidupan umat Islam. Kok bisa ? Ya bisa ajah, sebagai contoh Yang tadinya costum umat Islam berdasarkan menutup aurat eh gara-gara anime, costum nya berubah jadi ngikuti anime yang disukai costumnya sih  setengah tertutup auratnya, setengahnya lagi disengaja terbuka.

Sob, kartun-kartun anime sebenarnya ga Cuma berlaku buat anak2, karena pangsa pasar anime dan manga juga ga Cuma buat anak2 di bawah 12 tahun kan. Bagi temen-temen segede saya juga masih bisa berdampak dan bisa jadi dampaknya sangat signifikan. Apa contoh? Anime atau manganya Naruto. Nah lo? Sob, sekarang ini kalian musti waspada, karena udah banyak banget beredar kartun-kartun anime yang nggak sesuai dengan akidah Islam, bahkan bertentangan! Banyak yang tidak menyadari banyak film yang mengkampanyekan kaum homosekual.

Next, ketika kita menonton sebuah film atau menikmati media yang lain, janganlah kita menelan mentah-mentah apa yang disajikan. Kita harus kritis dalam menonton sebuah film, harus diperhatikan apakah film itu pesannya baik ataukah buruk. Harus kita selidiki dan perhatikan, dan kita tangkap apa yang salah dari sebuah media tersebut. Jangan asal tonton ya! Kita harus bisa mengerti bagian mana yang salah dan tidak sesuai dengan akidah kita, dan kita perlu menyebarkannya agar orang-orang yang belum mengerti bisa tahu juga. Jika pesan dalam sebuah media atau film itu baik, maka bisa diambil. Tapi jika pesannya malah dapat menjerumuskan kita, maka kita harus ekstra hati-hati, jangan sampai kita latah mengikuti apa yang disajikan media itu.

Ketika kita sedang mengkonsumsi sebuah informasi dari media tertentu, sudah sepantasnya kita menyelidiki lebih lanjut jika kita mendapati keanehan yang tidak biasa. Banyak lho kartun yang secara nggak kita sadari dapat menjerumuskan kita karena pesan-pesannya yang buruk.

Pesan-pesan yang disampaikan melalui kartun-kartun itu, jika kita konsumsi secara sering lama kelamaan dapat masuk ke alam bawah sadar kita lho. Bahkan yang parah seperti mulai membenarkan perilaku menyimpang seperti homoseksual atau mulai mempertanyakan keberadaan Tuhan. Hal ini sering lho terjadi terhadap remaja yang menelan mentah-mentah tontonan-tontonan merusak yang disajikan. Nggak mau dong ya, sebagai seorang muslim isi kepala kita malah dipenuhi hal-hal yang dilarang atau diharamkan oleh Allah Ta’ala. (riafariana/voa-islam.com)

*(Tim Soeara Pemoeda)

Ilustrasi: Google


latestnews

View Full Version