View Full Version
Jum'at, 17 Aug 2018

Muslim Tak Boleh Lupa Challenge yang Satu Ini

Oleh: Fahmia Nuha Tsabita

Kehadiran Keke Challenge dan Momo Challenge dewasa ini telah sukses menggaet masyarakat yang kebelet "viral" untuk ikut dalam kompetisinya. Sebelumnya juga telah ada beberapa challenge yang juga menyuguhkan tantangan yang lucu dan berani, seperti Mannequin Challenge, Skip Challenge, Blue Whale Challenge, dan lainnya.

Prinsipnya, Siapa yang berhasil menaklukkan tantangan, dialah yang akan viral di dunia. Karena itu tak heran mengapa masyarakat khususnya para remaja dan kawula muda ramai-ramai mengikuti trend zaman terbaru.

Jangan tanya siapa yang tidak mengenal Keke Challenge, karena challenge yang menuntut para pengikutnya untuk menari dan berjoget ria di jalan dengan angle  pintu mobil terbuka sementara mobil tetap berjalan sembari diiringi lagu "In My Feelings" milik Drake sukses mewabah di masyarakat.

Bukan hanya masyarakat yang ikut meramaikan, tapi artis papan atas dan komedian terkenal pun ikut berpartisipasi memviralkan Keke Challenge yang pertama dipopulerkan oleh seorang komedian bernama Shiggy. Meski membahayakan dan melanggar aturan lalu lintas, Keke Challenge tetap berhasil viral di dunia. Buktinya video yang diunggah Shiggy dalam akun Instagramnya telah ditonton hingga 6 juta kali.

Tidak ingin kalah viral, Momo Challenge menghadirkan aksi yang lebih horor. Momo adalah nama akun media sosial yang kehadirannya ada di jaringan seperti WhatsApp, Facebook, dan YouTube. Menurut Unit Investigasi Kejahatan Komputer di negara bagian Meksiko, Tabasco, permainan dimulai di Facebook.

Para pengguna ditantang untuk berkomunikasi dengan nomor yang tidak diketahui. Kemudian Momo akan menanggapi panggilan dengan gambar kekerasan sambil memberikan perintah. Bila pemain menolak untuk mengikuti perintah permainan, maka dirinya bisa merasa terancam.

Tantangan ini tergolong berbahaya dan polisi di sejumlah negara telah menyatakan keprihatinannya karena tantangan ini mengajak seseorang untuk bunuh diri. Hampir mirip dengan Blue Whale Challenge yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Seluruh challange yang beredar ini jelas merupakan hasil produk Barat yang diekspor ke negri negri muslim. Janji viral di dunia setelah sukses menaklukkan tantangan bukanlah viral dalam kebaikan. Pada hakikatnya challenge ini dibuat hanya untuk sekedar have fun, happy, dan  memuaskan nafsu semata, sehingga yang dihasilkan adalah aksi yang tidak berfaedah sama sekali.

Bukannya berdampak baik bagi masyarakat, justru malah merugikan masyarakat sendiri karena mengikuti tren yang sia-sia. Rasulullah dalam haditsnya mengingatkan agar umat islam meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.

Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Saw, beliau bersabda, “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976).

Tidak ada cerita seorang pemuda menjadi lebih giat belajar atau menjadi juara kelas gara-gara ikut challenge terbaru dengan dalih kebebasan berekspresi. Yang ada, ia akan masuk rumah sakit apabila tidak berhati-hati saat joget di pintu mobil terbuka, terkena tilang dari polisi setempat karena melanggar aturan lalu lintas, atau yang paling parahnya kehilangan nyawa karena tertabrak pengendara yang lain.

Bahkan, dengan adanya Momo Challenge, para remaja dituntut untuk memiliki jiwa pembunuh dan gampang melakukan tindak kekerasan yang ini jelas dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan penduduk setempat.

Semua dampak negatif yang diberikan challenge dan booming serupa yang dicontoh masyarakat dan artis lokal seperti sensasi pose zaman now, tarian gangnam style, ice bucket, dll merupakan tujuan Barat mengimpor produknya. Barat menginginkan agar generasi muda muslim jauh profil khoiru ummah yang visioner, produktif, kreatif, dan inovatif dalam kebaikan.

Padahal Allah SWT telah memberikan label khoiru ummah bagi umat islam dalam firmanNya surat Ali Imran ayat 10 “Kalian (umat islam) adalah khoiru ummah (umat terbaik) yang dikeluarkan untuk manusia, yang menyuruh pada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman pada Allah.”

Selain menjadi label, khoiru ummah seharusnya juga menjadi challenge bagi para pemuda muslim untuk berfastabiqul khoirot karena ayat inilah yang menjadi motivasi bagi generasi muslim terdahulu untuk menjadi hebat dan diakui di mata dunia karena keilmuannya, bukan sekedar ingin eksis karena tuntutan zaman.

Generasi emas umat islam terdahulu ini menjadi bukti kuat bahwa peradaban yang melahirkan banyak pemimpin, penulis, politikus, fuqoha, dan cendekiawan hanyalah peradaban islam.

Peradaban islam yang menawarkan gaya hidup yang relatif lebih sederhana dan tidak neko-neko namun berprestasi sangat bertolak belakang dengan peradaban Barat yang hanya melahirkan masyarakat hedonis dan gila pujian.

Jika diteliti, sungguh banyak pemuda muslim yang hidupnya digunakan untuk menorehkan tinta emas di sejarah peradaban islam. Ada Usamah bin Zaid yang menjadi pemimpin para sahabat senior di perang Mu’tah di usia 18 tahun.

Ada Arqam bin Abi Arqam yang merelakan rumahnya untuk menjadi markas dakwah Rasulullah pertama di Mekah walaupun saat itu beliau baru berusia 12 tahun. Ada Muhammad Al-Fatih, sang penakluk Konstantinopel di usia 21 tahun.

Ada Ibnu Sina yang hafal quran sejak usia 5 tahun dan menjadi pakar kedokteran di dunia. Ada Imam Nawawi yang hafal quran sebelum baligh, seorang muhaddits dan fuqoha terkemuka. Semua berlomba-lomba untuk menaklukkan "challange" dari Allah menjadi umat terbaik dengan prestasi terbaik pula.

Challenge seperti inilah yang seharusnya diramaikan oleh generasi muslim saat ini. Bukan Keke Challenge, Momo Challenge, dan sejenisnya tapi challenge menjadi umat terbaik alias Khoiru Ummah Challenge.

Khoiru Ummah Challenge menuntut generasi muslim saat ini untuk berlomba menjadi hamba Allah sejati dengan melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

Selain itu, challenge ini wajib dipopulerkan dengan dakwah kepada sesama, dakwah mengajak pada kebaikan serta mengambil peran dalam perjuangan melanjutkan peradaban islam yang dulu pernah berjaya selama 13 abad. Salam perubahan, salam Khoiru Ummah Challenge. [syahid/voa-islam.com]

Share this post..

latestnews

View Full Version