View Full Version
Sabtu, 29 Dec 2018

Menangkal Virus Merah Jambu

Oleh: Ismi Rahman

Seks bebas yang terjadi pada remaja adalah karena mewabahnya Virus Merah Jambu. Virus ini bisa menjangkiti setiap individu baik laki-laki maupun perempuan. Apa itu Virus Merah Jambu?

Dalam setiap tubuh manusia ataupun hewan sebenarnya ada sejenis zat kimia yang berasal dari kelenjar endokrin. Zat ini biasa disebut Feromon. Feromon dalam bahasa Yunani berasal dari kata phero yang artinya pembawa dan kata mone yang artinya sensasi. Tidak seperti hormon lain, Feromon ini menyebar keluar tubuh yang nantinya bisa dikenali oleh spesies sejenis. (Sumber: ABQORY Magazine)

Nah Feromon sang pembawa sensasi inilah yang Allah karuniakan pada setiap makhluk sehingga akan ada rasa suka pada lawan jenis. Sebenarnya Feromon bukanlah zat yang berbahaya. Tapi jika dia menjangkiti remaja yang belum bisa mengendalikan perilaku, dia bisa menjadi Virus Merah Jambu. Yaitu virus cinta buta yang para pengidapnya cenderung ingin mengekspresikannya atau menunjukkan pada yang dicintainya.

Lalu apa salahnya mengekspresikan cinta? Dalam setiap tontonan dicontohkan bagaimana cara menyampaikan perasaan. Melalui kata-kata romantis, meberi hadiah bunga, coklat, sampai barang-barang mahal. Selanjutnya sudah bisa ditebak akhir dari virus merah jambu ini. Hubungan fisik antara dua jenis manusia yang seharusnya belum boleh terjadi. Kehamilan di luar nikah banyak dan tak jarang berujung pada aborsi.

Bagaimana menangkal Virus Merah Jambu ini? Apakah virus ini harus dibasmi atau bisa diarahkan pada pemenuhan yang dibenarkan? Untuk dihilangkan pastinya tidak bisa karena naluri ini sudah sepaket ada dalam setiap individu. Dan karena naluri ini adalah pemberian Sang Pencipta, tentu Dia sudah punya solusi untuk mengatasinya. Dan hanya Islam yang mampu menjawab.

Dalam Alquran dianjurkan agar kita menundukkan pandangan (tidak saling memandang pada lawan jenis). Sebagaimana dalam surat Annur ayat 30-31 yang artinya: Katakanlah kepada para lelaki yang beriman, "Hendaknya mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat", dan katakanlah kepada para wanita yang beriman, "Hendaknya mereka menahan sebagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka..."

Kemudian apakah efektif menundukkan pandangan pada era akhir zaman ini? Dimana-mana aurat wanita diumbar bebas. Islam punya aturan yang lengkap. Alquran adalah panduan lengkap yang semua isinya harus diamalkan, tidak boleh memilih-milih ayat untuk dikerjakan dan sebagian ayat lain diabaikan.

Karena keberhasilan berupa kehidupan yang aman damai, teratur indah tatanan masyarakatnya serta terjaga lingkungan sekitar adalah ketika sebuah aturan diterapkan secara sempurna. Jika hanya sebagian tentu akan njomplang seperti tidak efektifnya aturan menundukkan pandangan karena ketika menunduk justeru aurat rok mini yang nampak. Jadi bukan aturannya yang sudah tidak relevan tapi karena kurang komplitnya aturan yang diterapkan.

Di Indonesia belum menerapkan sistem Islam tetapi lebih mengagungkan demokrasi. Dalam demokrasi setiap orang dijamin kebebasannya dalam berpendapat dan berperilaku. Bisa jadi Virus Merah Jambu dianggap suatu hal yang lumrah. Tidak ada yang salah mengekspresikan cinta bahkan dilindungi oleh HAM. Tapi kemudian saat banyak kehamilan diluar nikah, banyak aborsi, banyak yang patah hati lalu berujung pada bunuh diri, Pemerintah bingung tidak punya solusi.

Dalam Islam penanaman aqidah yang kuat dipupuk sejak dini. Merasa kita sebagai makhluk Tuhan yang punya kewajiban untuk tunduk pada aturan yang dibuat oleh Tuhan. Rasa keimanan membuat seseorang merasa selalu diawasi sang Kholiq sehingga akan membuat setiap kita condong berbuat baik dan menjauhi perbuatan sia-sia. Kemudian ada aturan tentang menutup aurat dan menundukkan pandangan.

Ada aturan rinci tentang batas-batas pergaulan antara lawan jenis. Dalam Islam juga dipisah antara pelajar laki-laki dan perempuan. Dengan aturan yang lengkap itu maka akan banyak orang terselamatkan dari Virus Merah Jambu. [syahid/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version