View Full Version
Senin, 13 Jan 2020

Pemuda Istimewa Itu Kamu!

 

Oleh : Isty Shofiah, S.Pd

 

Masa muda adalah masa penuh semangat dan gairah. Namun, tetap perlu kontrol dan pembinaan agar terarah dan tidak keluar dari syariat agama. Meskipun muda, tetap akan ada pertanggungjawaban untuk setiap amal yang dilakukan. Sebagaimana sabda Nabi Saw berikut,

“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).”[HR.At-Tirmidzi]

Para pemuda adalah tonggak dari sebuah peradaban. Pemikiran, prilaku serta semangatnya harus terjaga dan diperhatikan dengan baik. Ia juga memiliki kekuatan yang produktif dan kontribusi yang masif. Tidak berlebihan jika Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu pernah berkata,

"...Tidak akan bangkit suatu umat umumnya kecuali ada di pundak para pemuda yang punya kepedulian dan semangat menggelora." (Majmu' Fatawa bin Baz 27/274, Syamilah)

Sayangnya, kondisi kehidupan kapitalistik saat ini memberi banyak godaan dan serangan dari segala arah, khususnya bagi para pemuda. 3F (food, fun, fashion) yang digencarkan oleh barat rupanya telah menjalar ke tubuh umat, yang dampaknya sangat luar biasa merusak generasi bangsa. Bagaimana mereka lebih condong kepada makanan-makanan siap saji yang minim gizi, gaya hidup bebas yang menjadi acuan, dan busana minim bahan yang dijadikan tren kebanyakan. Sungguh miris, saat generasi muda semakin hari kian tak acuh dengan kerusakan.

Virus liberalisme yang menjadi biang penyakit, begitu kejam menggerogoti para penerus peradaban. Lihatlah Reynhard Sinaga, contoh dari sekian banyak produk gagal yang dihasilkan liberalisme sekularis. Kehidupan mapan, berotak pintar namun tak menjamin akal berjalan dengan benar. Miris!

Sungguh luar biasa jika dalam kondisi saat ini, ada pemuda yang tetap teguh pendirian, menjaga nama baik bangsa dan agama.

Mereka menjadikan takwa sebagai landasan setiap perbuatan.

Mereka juga berusaha bertahan atas godaan maksiat yang menyerang.

Mereka tak gentar beramar makruf nahi mungkar.

Cacian tak menjadikannya surut menyampaikan kebenaran. Sungguh, mereka adalah pemuda istimewa yang Allah janjikan naungan kelak di Yaumil Akhir.

Rasulullah Saw bersabda,

“Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: … Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …” (HR. Bukhari no. 1357 dan Muslim no. 1031)

Rasulullah Saw juga bersabda,

“Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah” (HR Ahmad 2/263, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam “ash-Shahiihah” no. 2843)

Maksud “shabwah” adalah pemuda yang tidak mengikuti hawa nafsunya. Dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan. Masyaa Allah. Semoga masih banyak pemuda-pemudi seperti ini di sekitar kita. Kamukah salah satunya? Allahu a'lam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google


latestnews

View Full Version