View Full Version
Kamis, 09 Jul 2020

Solusi Islam Mengatasi Quarter Life Crisis

 

Oleh:

Adzra Safitri || Pelajar di Kota Depok



SAAT ini banyak para milenial mengalami quarter life crisis dalam hidupnya. Fenomena ini sangat sering terjadi di kalangan milenial, yaitu kisaran umur 20-30 tahun. Quarter life crisis ini adalah fase ketika remaja mengalami kecemasan berlebih atas masa depannya. Krisis ini terjadi pada saat seseorang menuju pendewasaan. Gerbang menuju pendewasaan seringkali menjadi masalah atau problematika bagi para remaja. Karena di fase ini selalu dikaitkan dengan kematangan dalam berpikir dan kemapanan hidup.

Seorang remaja yang sedang mengalami proses pendewasaan banyak mengeksplor sesuatu, baik dari struktur internal maupun eksternal pada dirinya yang diharapkan akan membentuk kehidupan pada masa dewasanya nanti. Dan mereka berani mencoba berbagai kegiatan yang baru untuk mengetahui potensi yang ia miliki dan untuk memberikan nilai lebih dalam hidupnya.

Para remaja milenial suka bingung untuk menentukan tujuan hidup seperti “Aduh kenapa ya hidup gue kaya gini aja, ga ada perkembangannya padahal banyak remaja seumuran gue yang dia di masa mudanya bisa jadi manusia yang bermanfaat? Kok bisa dia punya mobil di usia sangat muda?”

 

Pertanyaan selanjutnya di dalam diri remaja, “ Buat apa ya gue hidup di dunia? Pada akhirya, remaja jadi galau dengan kehidupannya karena tidak tahu tujuan mereka hidup di dunia ini.

Tingkat kecemasan remaja terhadap kehidupannya yang seharusnya membuat mereka berpikir cara untuk menjawab semua pertanyaan yang sudah mereka tanya kepada diri mereka sendiri. Mereka juga suka membandingkan dirinya dengan orang lain dalam hal karir, jodoh dan rezeki bahkan tak sedikit orang tua juga turut andil dalam membandingkan anaknya dengan anak orang lain. Padahal Allah itu tidak menuntut remaja untuk mencapai tujuannya sama dengan orang lain. Remaja hanya perlu berusaha sesuai dengan kemampuanya. Akan tetapi banyak remaja mengulang kesalahan yang sama.

Memang, masa remaja adalah masa yang masih perlu petunjuk arah untuk mencari jati diri. Maka dari itu, kalau sampai kita salah arah atau salah menentukan tujuan hidup otomatis pada proses perjalanan hidup kita juga jadi kacau. Dalam proses pendewasaan tersebut remaja akan dilingkupi dengan perasaan kecewa, tidak nyaman, tidak aman, insecure, depresi, hingga kehilangan arah sehingga mempertanyakan keberadaan atau eksistensinya di dunia ini.

Krisis seperempat abad atau quarter life crisis ini bisa berdampak positif maupun negatif pada diri seseorang. Berdampak positif apabila ia melewati masa ini  dengan baik dan sukses. Dan berdampak negatif apabila seseorang menyerah di tengah-tengah dan tidak tahu harus berbuat apa karena ketidakyakinan dalam dirinya. alhasil bisa mempengaruhi psikis seseorang tersebut.
 
Sebagai seorang remaja Muslim, tentu mencari solusi atas krisis ini dengan mencari jawaban dari Islam. Islam sebagai solusi atas semua masalah kehidupan.

Maka, solusi Islam dalam mengatasi quarter life crisis yaitu: Pertama,  remaja Muslim mampu menjawab tiga pertanyaan penting dalam hidup mereka yaitu dari mana mereka berasal? Tentu jawaban dari Allah. Untuk apa kita diciptakan?Allah berfirman yang artinya "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz Dzariyat: 56) Konsekuensinya kita harus melaksanakan syariat Allah.

Kemana kita setelah kehidupan ini? Kembali kepada Allah. Nah, semua perbuatan yang dilakukan di dunia ini ada imbalan yaitu Surga jika sesuai dengan syariat Allah. Sedangkan balasan Neraka jika tidak sesuai dengan syariat Allah. Syariat Allah ini ada di dalam Al-Qur'an dan Hadist. Al-Qur’an dan Hadist sebagai pedoman dan petunjuk dalam menjelaskan tata cara hidup. Jika remaja Muslim mampu menjalankan kehidupan sesuai dengan syariat Islam, maka dia telah mempunyai ideologi Islam di dalam dirinya.

Kedua, jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Perkara jodoh dan rezeki itu sudah ketetapan Allah. Tidak perlu dibandingkan diri dengan orang lain. Hal itu akan membuat semakin tidak bersyukur dan jauh dari pertolongan Allah.

Ketiga, berteman dengan orang-orang yang saleh/shalihah. Mereka ini akan selalu mengingatkan tentang tujuan hidup di dunia. Mereka akan membangkitkan semangat dan memberikan solusi atas permasalahan kehidupan di dunia. Solusi itu bersumber dari Islam bukan lain

Keempat, meninggalkan hal tidak bermanfaat. Aktivitas yang tak bermanfaat harus ditinggalkan. Seperti begadang tengah malam nonton drakor, nongkrong di mal sampai larut malam, dugem dan lainnya.

Kelima, tidak lupa menuntut ilmu agama. Remaja Muslim harus membekali dirinya dengan ilmu agama agar dia selalu ingat tujuan akhiratnya. Kehidupan di dunia ini hanya sementara sedangkan kehidupan akhirat adalah abadi. Maka kejarlah kehidupan akhirat maka kehidupan dunia akan mengejarmu.*


latestnews

View Full Version