View Full Version
Selasa, 15 Dec 2009

Prinsip-prinsip Islam Dalam Kehidupan (22)

Keutuhan Iman Kepada Semua Rasul

Kita juga meyakini bahwa iman kepada para rasul adalah satu kesatuan atau satu keutuhan. Tidak boleh dipisahkan dan tidak boleh beriman kepada sebagiannya saja. Barang siapa yang ingkar kepada salah seorang saja dari mereka, maka ia telah ingkar kepada Allah dan pada semua rasul.

Dari sini nampak jelas perbedaan umat Islam dengan Yahudi dan Nashrani. Umat Islam beriman kepada semua rasul, sedangkan Yahudi dan Nashrani ingkar dan kufur kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Padahal mengingkarinya berarti ingkar juga kepada rasul-rasul yang mereka imani. Karena para rasul tadi, semuanya, telah menyampaikan kabar gembira akan kedatangan Rasulullah dan telah menyeru umat-umat mereka untuk beriman kepadanya.

Allah Ta'ala berfirman,

كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ

"Kaum Nuh telah mendustakan para rasul." (QS. Asy-Syu'ara: 105)

"Kaum 'Aad telah mendustakan para rasul." (QS. Asy-Syu'ara: 123)

"Kaum Tsamud telah mendustakan para rasul." (QS. Asy-Syu'ara: 141)

"Kaum Luth telah mendustakan para rasul." (QS. Asy-Syu'ara: 160)

Sebagaimana diketahui, umat-umat tadi sebenarnya hanya mendustakan rasul yang diutus kepada mereka. Namun, mendustakan seorang rasul saja terhitung mendustakan semua rasul, karena mereka memiliki satu agama dan satu Dzat yang mengutus mereka.

Umat Islam beriman kepada semua rasul, sedangkan Yahudi dan Nashrani ingkar dan kufur kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Kemudian Allah menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan kaum mukminin beriman kepada semua rasul, tidak membedakan satu dari lainnya.

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

"Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya." (QS. Al-Baqarah: 285)

وَالَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَمْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ أُولَئِكَ سَوْفَ يُؤْتِيهِمْ أُجُورَهُمْ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

"Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisa': 152)

Allah juga menjelaskan bahwa orang yang membedakan keimanan kepada Allah dan para rasul-Nya, serta beriman kepada sebagian rasul dan ingkar kepada sebagian lainnya sebagai orang-orang yang benar-benar kafir.

Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا أُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan." (QS. An-Nisa': 150-151)

Mereka itu adalah orang yang mengaku beriman kepada sebagian rasul dan kufur kepada sebagian lainnya. Mereka beranggapan keyakinan inilah yang akan menyelamatkan mereka dari siksa Allah. Padahal itu hanya angan-angan mereka semata. Sebenarnya, mereka hanya hendak memperbedakan antara iman kepada Allah dan para rasul-Nya.

Sesungguhnya orang yang cinta kepada Allah pasti cinta kepada semua rasul-Nya, karena hal itu bagian kesempurnaan cinta kepada-Nya. Maka barangsiapa yang memusuhi sebagian rasul-Nya berarti dia memusuhi Allah dan seluruh utusan-Nya.

Sesungguhnya orang yang cinta kepada Allah pasti cinta kepada semua rasul-Nya, karena hal itu bagian kesempurnaan cinta kepada-Nya. Maka barangsiapa yang memusuhi sebagian rasul-Nya berarti dia memusuhi Allah dan seluruh utusan-Nya.

Allah juga mencela orang Yahudi yang mengaku beriman kepada apa yang diturunkan kepada mereka dan kufur lagi ingkar kepada kebenaran yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Allah berfirman:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آَمِنُوا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا نُؤْمِنُ بِمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُونَ بِمَا وَرَاءَهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَهُمْ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

"Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kepada Al-Qur'an yang diturunkan Allah", mereka berkata: "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami". Dan mereka kafir kepada Al-Qur'an yang diturunkan sesudahnya, sedang Al-Qur'an itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?." (QS. Al-Baqarah: 91)

Allah menjelaskan bahwa kekufuran mereka semata-mata karena sombong dan menentang. Mereka sebenarnya mengenal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri.

Allah menjelaskan bahwa kekufuran mereka semata-mata karena sombong dan menentang.

Mereka sebenarnya mengenal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri.

Allah Ta'ala berfirman:

الَّذِينَ آَتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

"Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 147)

[PurWD/voa-islam]

Bersambung . . . .  Insya Allah

Klik DI-SINI untuk membaca edisi sebelumnya


latestnews

View Full Version