View Full Version
Jum'at, 21 Aug 2015

Erdogan : Gagal Membentuk Koalisi, Mempercepat Pemilu 1 Nopember

ANKARA (voa-islam.com) – Akhirnya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan hari bahwa Turki akan mengadakan pemilihan awal pada 1 November, sesudah gagal mementuk pemerintahan koalisi dengan partai-partai oposisi yang berhalaun sekuler, Jum'at, 21/8/2015.

Erdogan mengatakan ia akan bertemu dengan ketua parlemen pada hari Senin, sehari setelah tenggat waktu membentuk pemerintahan baru, menyelesaikan formalitas. "Setelah itu, kami akan mengambil keputusan menyelenggarakan pemilihan awal," tegasnya.

Pengumuman secara luas diharapkan muncul beberapa hari setelah Perdana Menteri Ahmet Davutoglu gagal membentuk pemerintahan koalisi, menyusul kegagalan pembicaraan dengan para pemimpin dua partai kecil. AKP Partai sebagai partai yang berkuasa selama dua periode kehilangan mayoritas tunggal di parlemen , dan ini pertama kalinya sejak berkuasa pada 2002, memaksanya AKP mencari mitrai koalisi.

Hasil pemilu Juni lalu sebagai tantangan bagi Erdogan yang ingin menciptakan sistem presidensiil. Dia diyakini telah disukai pemilihan baru, dan pemimpin oposisi utama Turki menuduh presiden menghalangi upaya membangun koalisi - tapi Erdogan membantah.

Erdogan tampaknya bertaruh dengan pemilihan ini dan berharap AKP akan mengan kembali, di mana AKP sebagai partai Islam-berakar yang ia mendirikan dan memimpin selama lebih dari satu dekade, dan dengan demikian menempatkan dia kembali di jalur untuk membentuk kembali demokrasi Turki ke dalam sistem di mana presiden akan memiliki kekuasaan eksekutif yang luas. Sebuah pemerintahan koalisi juga akan membatasi kemampuannya untuk mempengaruhi pemerintah.

Turki menuju ke pemilihan baru di tengah meningkatnya kekerasan antara pasukan keamanan Turki dan pemberontak Kurdi, dan kelompok Kurdi mengambil peran lebih aktif dalam kampanye pimpinan AS terhadap ISIS. Turki di bawah Erdogan sekarang dikacaukan oleh kelompok Kurdi.

Puluhan orang telah tewas dalam bentrokan baru-baru ini antara militer Turki dan pemberontak dari Partai Pekerja Kurdistan, atau PKK. Bulan lalu, psesawat Turki menyerang ISIS di Suriah dan PKK di Irak, sementara jet AS juga melancarkan n serangan udara pertama mereka melawan ISIS dari sebuah pangkalan udara Turki di dekat Suriah.

Lawan menuduh Erdogan menyerang PKK dalam upaya untuk memenangkan dukungan nasionalis 'dan mendiskreditkan partai pro-Kurdi, yang keuntungan dalam pemilu Juni dirampas partai yang berkuasa dari mayoritas.

"Insya Allah, pada 1 November, Turki akan melalui apa yang saya suka menyebutnya pemilu ulang," kata Erdogan, yang mengatakan kepada wartawan ia tidak berniat memberikan kesempatan kepada pemimpin oposisi Turki mencoba membentuk pemerintahan.

Erdogan mengatakan ia akan membentuk pemerintah sementara yang akan memimpin Turki sampai pemilu, dan bisa menunjuk tokoh yang saat ini tidak memegang kursi di parlemen. Dia diperkirakan akan meminta Davutoglu untuk memimpin pemerintah. Situasi Turki memang tidak stabil sejak adanya kekautan Kurdi yang sekarang bercokol di parlemen Turki. (dita/wb/voa-islam.com)

 

 

 


latestnews

View Full Version