View Full Version
Ahad, 06 Sep 2015

Menlu AS John Kerry : AS Prihatin Dengan Dukungan Rusia Kepada Al-Assad

NEW YORK (voa-islam.com) - Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengungkapkan bahwa AS prihatin atas meningkatnya pembangunan militer Rusia di Suriah. Hal ini dinyatakannya dalam pembicaraan melalui telepon dengan Menlu Rusia Lavrov sebagaimana dilansir oleh Departemen Luar Negeri AS, Sabtu, 5/8/2015.

"Menlu  AS John Kerry menegaskan bahwa laporan tentang peningkatan pembangunan militer Rusia di Suriah akurat. Menurut John Kerry tindakan ini bisa meningkatkan konflik, menyebabkan kerugian yang lebih besar, meningkatkan arus pengungsi dan resiko konfrontasi dengan koalisi anti-ISIS yang beroperasi di Suriah," kata Deparlu AS itu. 

Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov sepakat bahwa diskusi tentang konflik Suriah akan terus diupayakan di New York akhir bulan ini, kata departemen itu.

Peningkatan pasukan Rusia di Suriah mengindikasikan adanya langkah Rusia untuk memperluas dukungan militer Moskow terhadap pemimpin Suriah Bashar al-Assad di tengah perang saudara yang menghancurkan itu.

Mengutip sumber yang tidak mau disebutkan namanya dari  pejabat pemerintahan Obama, New York Times melaporkan bahwa Rusia telah mengirimkan tim advance militer ke Suriah. Rusia juga telah mengirimkan unit ahli senjata ratusan orang untuk diterjunkan ke lapangan terbang Suriah dan mengatur lalu lintas udara melalui stasiun kontrol portabel di negara itu.

The Times melaporkan bahwa beberapa pejabat AS menyarankan Rusia agar menyebarkan 1.000 penasihat atau personil militer ke lapangan udara yang beroperasi di Latakia, kota pelabuhan utama Suriah.

Pemberontakan terhadap Assad yang berlangsung selama empat dekade sejak tahun 2011, berubah menjadi perang sipil besar-besaran. Militan Islam telah menjadi elemen terkuat melawan Damaskus. Suriah sekarang menjadi negara gagal. Lebih dari separuh penduduknya telah meninggalkan negara, dan lebih dari 500 ribu telah tewas akibat perang .

Lavrov bulan lalu mengatakan Amerika Serikat harus bekerja sama dengan Assad, sekutu lama Moskow, untuk melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang telah menguasai Suriah bagian utara dan timur.

Amerika Serikat dan Rusia berselisih selama perang sipil di Suriah. Rusia mendukung Assad sementara Amerika Serikat ingin terjadi transisi politik untuk mengakhiri pemerintahannya. Dalam hal ini, Rusia akan mengirimkan senjata dan  pasukan besar-besaran ke Suriah, dan mempertahankan rezim Bashar al-Assad. (dita/aby/voa-islam.com)

Editor: RF


latestnews

View Full Version