View Full Version
Rabu, 11 Nov 2015

Jamaah Ikhwanul Muslimin : Rezim Militer Abdul Fattah al-Sisi Akan Jatuh

CAIRO (voa-islam.com) - Kegagalan pemerintahan rezim al-Sisi semakin dirasakan, dan dampaknya akan membawa rezim militer ini akan ambruk. Peristiwa jatuhnya pesawat Metrojet, dan ratusan wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa dan Rusia, yang meninggalkan Mesir dan Sharm el-Sheikh, membuat ekonomi Mesir, yang bergantung sektor pariwisata akan ambruk.

Tidak ada lagi penerbangan menuju Mesir atau Sharm el-Sheikh, sejak peristiwa jatuhnya pesawat Metrojet Rusia di Sharm el-Shiek. Negara-negara Uni Eropa dan Rusia, melarang semua maskapai penerbangan menuju Mesir dan Sharm el-Sheikh. Sebaliknya, semuanya penerbangan yang ada, hanya membawa warga negara mereka meninggalkan Mesir. Ratusan penerbangan yagn melakukan “evakuasi” warganya keluar dari Mesir dan Sharm el-Sheikh.

Sementara itu, kelompok Ikhwanul Muslimin menggambarkan pemerintahan Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi dalam keadaan darurat dan sangat "genting", dan Ikhwan memprediksi kematian rezim yang dipimpin al-Sisi.

Dalam pernyataan terakhir, kelompok Ikhwan yang dilarang oleh al-Sisi itu, mengatakan rezim al-Sisi telah gagal memecahkan masalah kronis Mesir, terutama dalam hal keamanan dan ekonomi. "Otoritas kriminal ini tidak dapat melanjutkan pemerintahannya, dan mengalami semua kegagalan”, ungkapnya. Selanjutnya, “Ikhwan menegaskan, mengacu pada kondisi yang dihadapi oleh rezim Sisi.

Yaitu rezim al-Sisi menghadapi “perang” melawan inflasi dan banjir yang menewaskan puluhan orang selama seminggu terakhir, dan membawa rezim di berada diujung tanduk kekuasaannya. Kelompok-kelompok oposisi semakin keras melakukan kritik terhadap pemerintah sejak sebuah pesawat penumpang Rusia jatuh di Semenanjung Sinai pekan lalu, menewaskan semua 224 orang di atas kapal.

Dalam hari-hari berikutnya, muncul laporan bahwa pesawat itu mungkin telah jatuh akibat bom. Ikhwanul Muslimin menggambarkan al-Sisi, seorang mantan panglima militer, sebagai "pemimpin kudeta" yang memimpin militer bertanggungjawab atas penggulingan Presiden Muhammad Mursi pada tahun 2013.

Sejak penggulingan Morsi itu, pemerintah Mesir telah melancarkan tindakan keras tanpa henti terutama ditujukan terhadap pendukung Presiden Mohammad Mursi, dan mengakibatkan ribuan orang tewas, dan puluhan ribu pendukung Mursi telah ditahan dipenjara-penjara dengan berbagai bentuk penyiksaaan yang sangat luar biasa.

Akhir 2013, pemerintah Mesir menjatuhak keputusan bahwa Ikhwan sebagai kelompok Islam tertua negara itu, sebagai organisasi "teroris”. Penguasa militer yang didukung Mesir menyalahkan Ikhwan atas serangkaian serangan militan terhadap aparat keamanan Mesir, dan vtelah mengguncang negara itu sejak penggulingan Mursi itu. (afgh/aby/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version