View Full Version
Kamis, 26 Jan 2017

Al-Shabaab Kembali Buktikan Mampu Targetkan Daerah Keamanan Tingkat Tinggi di Mogadishu

MOGADISHU,SOMALIA (voa-islam.com) - Cabang Al-Qaidah di Afrika Timur, Al-Shabaab, terus membuktikan kemampuannya untuk menembus dan menyerang daerah-keamanan tingkat tinggi di pusat Mogadishu, ibukota Somalia. Kelompok jihad ini menewaskan sedikitnya 28 orang dalam serangan jibaku hari Selasa (24/1/2017) di sebuah hotel populer di dekat gedung parlemen Somalia.

Kantor berita Al-Shabaab Syahadat News Agency mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Telegram bahwa "dua ledakan kuat menargetkan Dayah Hotel di pusat Mogadishu." Pernyataan itu melanjutkan bahwa "bentrokan" kemudian terjadi setelah unit komando Al-Shabaab menerobos perimeter hotel. Dalam pernyataan terpisah, Al-Shabaab mengatakan pasukannya menewaskan dan melukai lebih dari 100 orang.

Bom mobil jibaku pertama diledakkan Selasa pagi setelah menabrak gerbang utama hotel, yang memungkinkan bagi pejuang Al-Shabaab untuk memasuki hotel dan terlibat kontak senjata dengan penjaga keamanan. Sebuah bom mobil kedua meledak ketika personil keamanan dan medis, serta wartawan, berkumpul di tempat kejadian. AFP melaporkan bahwa salah satu jurnalis foto mereka, seorang reporter dari AP, dan satu lagi dari Al Jazeera terluka dalam ledakan kedua.

Serangan jibaku, atau serangan terkoordinasi menggunakan satu atau lebih pelaku bom jibaku dan kadang-kadang tim serangan tindak lanjut, adalah taktik yang sering digunakan oleh Al-Qaidah dan cabang-cabangnya, serta kelompok-kelompok sekutu mereka seperti Taliban Afghanistan, Gerakan Taliban di Pakistan, Lashkar-e-Taiba, dan Gerakan Islam Uzbekistan. Islamic State (IS) juga sering menggunakan manuver ini.

Strategi ini adalah yang umum digunakan oleh Al-Shabaab dalam invasi reguler di hotel dan daerah yang sering dikunjungi oleh pejabat Somalia dan Barat. Januari lalu, Al-Shabaab melancarkan serangan pada Beach View Hotel di Lido Beach, menewaskan lebih dari 20 orang. Sebulan kemudian, Al-Shabaab menargetkan Hotel Liga Pemuda Somalia (SYL) di Mogadishu, menewaskan sembilan orang. Hotel yang sama ditargetkan pada 2015 ketika Al-Shabaab menyatakan tanggug jawab untuk pemboman di hotel yang menewaskan tiga orang. Serangan itu berlangsung saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan delegasi berada di hotel.

Juni lalu, Al-Shabaab menewaskan 13 orang dalam serangan di Duta Hotel, termasuk dua anggota parlemen Somalia. Pada November 2015, Al-Shabaab menyerbu Al Sahafi Hotel. Serangan itu, yang dimulai dengan dua kendaraan  bermuatan bom rakitan (VBIEDs, atau bom mobil) sebelum tim serbu menerobos memasuki perimeter, menyebabkan sedikitnya 15 orang tewas. Pada bulan Juli 2015, Al-Shabaab menewaskan lebih dari 10 orang setelah menyerbu Jazeera Hotel.

Ini bukan pertama kalinya Jazeera Hotel ditargetkan oleh kelompok jihad tersebut. Al-Shabaab juga menghantam hotel itu pada Januari 2014 dan September 2012; Presiden Somalia dan menteri luar negeri Kenya sedang berada di hotel selama serangan 2012, tapi mereka tidak terluka.

Pada bulan Maret 2015, kelompok jihad menyerbu hotel lain dan secara singkat menguasai sebelum penyerang gugur oleh pasukan keamanan. Satu bulan sebelumnya, tim serangan jibaku menghantam Central Hotel, tempat berkumpul bagi anggota parlemen Somalia dan anggota lain dari pemerintah, menewaskan beberapa politisi senior Somalia.

Serangan seperti ini dirancang untuk menunjukkan bahwa kelompok Al-Shabaab meskipun kehadiran besar pasukan Uni Afrika, mempertahankan kemampuan mereka untuk menyerang di daerah-daerah keamanan tinggi. Sejak 2014, Al-Shabaab telah menyerang kompleks parlemen, kompleks kepresidenan, dan markas intelijen yang memeiliki keamanan tingkat tinggi. Juni 2013, tim Al-Shabaab menyerang kompleks Program Pembangunan PBB (UNDP) di Mogadishu; beberapa karyawan UNDP tewas dan kelompok itu secara singkat mengambil alih kompleks. Dan pada tahun 2010, Al-Shabaab bahkan mampu meluncurkan serangan jibaku di sebuah klinik medis Uni Afrika di bandara Mogadishu. (st/tlwj)


latestnews

View Full Version