View Full Version
Selasa, 17 Nov 2009

Fasilitas Hi-tech Jamrat beroperasi secara penuh

Mina - Pihak berwenang Saudi telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Jamrat lima tingkat di Mina, yang memungkinkan jemaah  untuk menggunakan fasilitas berteknologi tinggi secara penuh tahun ini untuk melempar Jamrat.

Proyek senilai 4.5 milyar Riyal Saudi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus ribuan jemaah selama ritual. Banyak jemaah, di masa lalu, meninggal terhimpit selagi melakukan ritual ini.

"Kami tidak akan mengizinkan jemaah untuk jongkok di sepanjang jalan-jalan menuju Jamrat," kata Mayjen Saad Al-Khelaiwi, asisten komandan Pasukan Keamanan Haji. "Kami juga akan memantau dan mengendalikan arus jemaah," ia menambahkan.

Dia mengatakan Jembatan Jamrat tidak akan mampu menampung lebih dari 300.000 jemaah per jam. "Jadi, kami telah menunjuk 19 komandan di sepanjang jalan untuk menghentikan para peziarah ketika jumlahnya melebihi 300.000."

Menyampaikan saat konferensi pers di Mina, Al-Khelaiwi mengatakan jemaah tidak akan diizinkan untuk membawa tas besar saat akan melakukan ritual pelemparan batu, dia menambahkan bahwa lebih dari 12.000 orang akan ambil bagian dalam operasi tersebut.

Komandan Komando dan Pusat Control mengatakan, pusat kontrolnya memiliki kemampuan untuk memantau semua wilayah operasi. "Kami telah memasang lebih dari 1.850 kamera di bagian yang berbeda-beda dari tempat-tempat suci dan Masjidil Haram," katanya

Mayor Muhammad Al-Shahri, Komandan Komando dan Pusat Control mengatakan, pusat kontrolnya memiliki kemampuan untuk memantau semua wilayah operasi. "Kami telah memasang lebih dari 1.850 kamera di bagian yang berbeda-beda dari tempat-tempat suci dan Masjidil Haram," katanya.

Mayjen Khidir Al-Zahrani, asisten komandan untuk Urusan Keamanan, mengatakan pasukannya akan berfokus pada mencegah kejahatan.

"Kami telah mendirikan sekitar 30 pos polisi di tempat-tempat suci untuk menerima 'keluhan" para jemaah.

Jembatan Jamrat ini dirancang untuk menampung lima juta jemaah. Jembatan tersebut memiliki 10 pintu masuk dan 12 pintu keluar yang didistribusikan melalui empat tingkatan ditambah yang lain untuk menampung para jemaah yang datang dari arah yang berbeda. Ada beberapa pekerjaan yang tertunda: pembangunan empat menara helipad dan delapan menara eskalator, yang akan siap tahun depan.

Proyek besar lain yang sedang berlangsung adalah untuk mendesain dan mengembangkan Arafah dengan biaya SR500 juta. Tahap pertama proyek dimulai awal tahun ini dan akan memakan biaya sekitar SR170 juta. Terdiri dari pembangunan kembali jalan, pelayanan utilitas, lokasi tenda, meratakan delapan gundukan berbatu-batu kecil, dan jaringan pembuangan limbah hujan dan banjir.

Setelah proyek-proyek tersebut selesai, maka akan memudahkan jemaah untuk masuk dan keluar Arafah. Layanan jalan dan pintu keluar darurat diberi tanda dengan jelas. Perataan dari gundukan tanah akan menyediakan area kosong yang dapat menampung 100.000 orang peziarah. Hal ini juga akan menyediakan ruang untuk pembangunan lebih dari 200 toilet dan jalan utama sepanjang 700 meter dan lebar 30 meter. (aa/an)


latestnews

View Full Version