View Full Version
Jum'at, 27 Nov 2009

Dua Orang "Teroris" Paling Diburu Amerika

Penambahan kedua pria ini melengkapi jumlah buronan yang paling dicari Amerika berjumlah 24, semuanya dimasukkan dalam daftar buronan top setelah serangan 11 September.

Fahd Muhammad Ahmed al-Quso, dia dicari atas perannya dalam pengeboman kapal induk USS Cole di Yaman, kata FBI, dia dipercaya saat ini berumur 35 tahun dan mungkin tinggal di Yaman.

Tersangka dalam pengeboman kapal USS Cole dan seorang pria buronan yang terlibat dengan pengeboman penerbangan pesawat Pan Am pada 1982, telah ditambahkan oleh pemerintah Amerika pada daftar "Buronan Paling Dicari", kata FBI hari Kamis.

Tujuhbelas pelaut Amerika tewas ketika kapal perang tersebut diserang saat berada di pelabuhan Aden, Yaman pada Oktober 2000.

Husayn Muhammad al-Umari juga dicari karena hubungannya dengan pengeboman Pesawat Pan Am 830 tahun 1982, dalam serangan tersebut menewaskan satu orang dan melukai 16 lainnya, menurut FBI.

Al-Umari, 73 tahun, adalah salah satu dari tiga orang yang terlibat dalam pemboman dan dituduh membuatkan alat peledak yang ditanam di bawah tempat duduk dan kemudian meledakkanya saat pesawat dalam perjalanan ke Hawaii dari Jepang, pesawat tersebut saat itu membawa 267 penumpang, kata FBI.

Menurut agen pengacara federal, mereka menggambarkan al-Umari sebagai seorang "Muslim Sunni yang tidak mabuk-mabukan dan tidak suka berjudi".

Orang ketiga yang dicari adalah Abdullah al-Rimi, ia juga dicari untuk dipertanyai mengenai penyerangan kapal induk USS Cole, namun ia tidak dimasukkan dalam daftar 24 orang paling dicari tersebut, ia hanya akan dimasukkan dalam daftar orang-orang yang dicari untuk ditanyai mengenai keterlibatan dalam serangan-serangan tersebut maupun ancaman-ancamannya.

Departemen Luar Negeri AS menawarkan imbalan 5 juta dolar bagi siapa yang bisa memberi informasi mengenai keberadaan mereka.

"Kami membutuhkan bantuan untuk menemukan ketiganya, mereka semua dipastikan mempesenjatai diri mereka sendiri dan sangat-sangat berbahaya", kata statemen tersebut. FBI memberikan saran bagi siapa saja yang mau memberi informasi mengenai keberadaan mereka lebih baik menghubungi FBI lokal atau Kedutaan Besar Amerika melalui pesan elektronik.

[voa-islam/ap]


latestnews

View Full Version