View Full Version
Ahad, 12 Sep 2010

AFP Kembali Nodai Iedul Fitri Tahun Ini

Filipina Selatan (Voa-ISlam.com) - Ketika umat Islam di seluruh dunia bergembira dan bersiap-siap untuk menandai akhir Bulan Suci Ramadan menjelang perayaan Iedul Fitri, warga Barangay (desa) Upper Magarang dari Wato, Balindong justru dicekam rasa takut dengan kehadiran militer yang tiba-tiba di daerah mereka. Unsur dari Batalion Infanteri (IB) ke-64 Tentara Filipina menyerbu desa di wilayah pegunungan tersebut untuk alasan yang masih tidak diketahui.

Seperti umat Islam di seluruh dunia, masyarakat Muslim di Filipina selatan juga melakukan shalat Iedul Fitri pada tanggal 10 September lalu.

Operasi militer tiba-tiba Angkatan Darat Filipina itu didukung oleh kekuatan udara. Dua helikopter Huey terlihat sekitar 10:00 melayang rendah di atas wilayah tersebut tampaknya mencari sesuatu. "Sepertinya operasi militer penuh," lapor seorang saksi mata lokal yang menolak untuk diidentifikasi.

Barangay Magarang dikenal sebagai wilayah MILF dibawah komandan Faiz Aleem pimpinan Markas Komando 101 dari MILF-BIAF. Komando tersebut telah mengajukan keluhan dengan CCCH lokal (Komite Koordinasi Gencatan senjata dan Penghentian Permusuhan) untuk memprotes tindakan provokatif dan kehadiran AFP yang tiba-tiba itu.

Sementara itu, pembela HAM mengatakan mengutuk operasi militer tersebut. "Itu bisa menjadi bencana jika kedua pasukan terlibat dalam baku tembak.

Diantara tindakan agresi itu ialah penyerangan AFP pada jemaah Shalat Iedul Fitri tahun 2009 kemarin yang menyebabkan 3 orang mujahidin gugur dan 20 orang lainya luka-luka, serta serangan berbahaya tiba-tiba ke Islamic Center di Buliok dimana ketua MILF sebelumnya, Ustadz Hashim Salamat, tengah memberikan khotbah pada hari Iedul  Adha pada 11 Februari 2003. Serangan itu terjadi sementara perjanjian gencatan senjata antara MILF dan GRP berada di tempat dan pembicaraan damai disiapkan dan akan segera dilanjutkan setelah Iedul Adha..

AgaKhan "Binladen" Sharief dari tim monitoring MILF-GRP Lokal mengungkapkan kepada luwaran.com bahwa tidak ada surat koordinasi yang telah dibuat dan bahkan tidak pesan teks yang dikirim untuk menginformasikan kepada mereka tentang gerakan pasukan AFP tersebut yang jelas-jelas merupakan pelanggaran dari perjanjian gencatan senjata. "Saya protes kepada Presiden PNoy dan pemerintahannya untuk serius melihat masalah ini untuk menghindari terulangnya perang lain yang menyesakkan nafas di Mindanao," kata Sharief selama wawancara dengan luwaran.com.

Dalam insiden yang sama, unsur-unsur militer dari Batalion Infanteri (IB) ke-35 Angkatan Darat Filipina mengganggu dan membawa rasa takut kepada penduduk Barangay. Biruar dan Barangay. Punud, keduanya baik di Kota Tangkal, Lanao del Norte. Dalam laporan yang diterima luwaran.com pada 1 September  2010 warga dari kedua Barangay terkejut oleh pelaksanaan kegiatan yang tidak biasa dan tidak profesional oleh unsur-unsur Angkatan Darat. Saat itu Warga dipaksa untuk menjawab mana yang akan lebih mereka pilih: 1.Berada Di bawah perlindungan MILF? atau 2. Di bawah perlindungan AFP?. Biasanya, dari penduduk takut akan memilih yang terakhir.

Perlu diingat bahwa AFP telah membentuk pola dengan melakukan operasi militer selama atau sebelum memulai hari-hari libur keagamaan Islam atau bahkan ketika pembicaraan damai akan dilanjutkan. Diantara tindakan agresi itu ialah penyerangan AFP pada jemaah Shalat Iedul Fitri tahun 2009 kemarin yang menyebabkan 3 orang mujahidin gugur dan 20 orang lainya luka-luka, serta serangan berbahaya tiba-tiba ke Islamic Center di Buliok dimana ketua MILF sebelumnya, Ustadz Hashim Salamat, tengah memberikan khotbah pada hari Iedul  Adha pada 11 Februari 2003. Serangan itu terjadi sementara perjanjian gencatan senjata antara MILF dan GRP berada di tempat dan pembicaraan damai disiapkan dan akan segera dilanjutkan setelah Iedul Adha. (luwaran)

Berita terkait :

1. Seminggu setelah Menodai Idul Fitri, Filipina diguncang Ketsana

2. Tentara Philippina Menodai Idul Fitri

 


latestnews

View Full Version