View Full Version
Ahad, 29 Jan 2012

Pesawat Drone Terbesar Israel Jatuh Saat Uji Coba

ISRAEL (voa-islam.com) - Sebuah kendaraan pesawat tanpa awak terbesar Israel jenis Eitan, jatuh di dekat Moshav Yesodot pada hari Ahad (29/1/2012).

Sebuah penyelidikan awal menunjukkan bahwa pesawat itu melebihi pembatasan penerbangan yang tampaknya karena kesalahan manusia. Kerusakan pesawat tersebut saat ini menyebabkan kerugian yang diperkirakan hampir 5 juta dolar (-+ RP 44 miliar).

Kecelakaan itu terjadi saat latihan militer gabungan Angkatan Udara dan Israel Aerospace Industries dan pesawat itu hancur berantakan di udara dalam perjalanan kembali ke pangkalan Tel Nof.

"Sayap pesawat jatuh di kebun dan badan pesawat jatuh di pangkalan militer," kepala dewan Nahal Sorek mengatakan. "Kebakaran terjadi karena bahan bakar di pesawat, tapi itu padam segera sesudahnya." Tempat kejadian dinyatakan sebagai zona militer tertutup. Sebuah tim gabungan telah dibentuk untuk menyelidiki situasi di balik kecelakaan itu.
 
Pesawat drone Eitan dijadwalkan untuk mulai kegiatan operasional segera. Dilaporkan bahwa pesawat itu juga akan menyediakan cakupan bagi negara-negara seperti Sudan dan Iran.

Juga telah dilaporkan bahwa Perancis tertarik mengakuisisi beberapa drone semacam itu dari Israel Aerospace Industries

Potongan sayap pesawat drone terbesar Israel, Eitan, yang jatuh di perkebunan.

Eitan memiliki berat 5 ton dengan panjang 14 meter  dan lebar bentang sayap 26 meter. Pesawat ini dapat terbang lurus selama 20 jam pada kecepatan maksimum 143 Knots dan mencapai ketinggian maksimum 41.000 kaki.

Eitan dimaksudkan untuk digunakan dalam misi intelijen kompleks. Pesawat tersebut telah dijuluki sebagai "UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang paling maju di dunia."
 
Pada tahun 2007, sebuah UAV jatuh di dekat Beit Hanoun setelah kerusakan teknis.

Penggunaan drone oleh IDF telah menjadi meluas karena kemampuannya untuk menyediakan gambar video berkualitas pada waktu tertentu. Ukurannya yang kecil membuatnya cenderung tidak terkena serangan musuh dan juga lebih murah untuk mengoperasikannya dibanding dengan pesawat berawak. (by/ynet)


latestnews

View Full Version