View Full Version
Selasa, 21 Feb 2012

Ribuan Orang Demo Kecam Intervensi Amerika di Pakistan

ISLAMABAD, PAKISTAN (voa-islam.com) - Ribuan Orang tumpah ke jalan-jalan Islamabad pada Senin, meneriakkan "kematian bagi Amerika" dan menuntut jihad pada sebuah pawai yang digerakkan oleh organisasi-organisasi sayap kanan, agama dan yang dilarang.

Itu adalah pertunjukan terbaru dari dukungan Pertahanan terhadap Pakistan, sebuah koalisi terdiri dari sekitar 40 partai termasuk organisasi-organisasi yang dimasukkan dalam daftar hitam dalam dan luar negeri sebagai kelompok teror dan dipimpin oleh seorang ulama yang dijuluki "bapak" Taliban, Maulana Sami ul-Haq.

"Hari ini, kita berkumpul di sini untuk meneriakkan suara protes terhadap intervensi AS di Pakistan," kata ketua Maulana Sami ul-Haq kepada AFP.

"Protes kami adalah menentang dimulainya kembali kemungkinan pasokan NATO, pendudukan AS dan India dan untuk memperkuat pertahanan negara," kata Haq lagi.

"Amerika ingin mencerai-beraikan Pakistan," tambahnya mengacu pada sebuah resolusi yang disponsori oleh tiga anggota parlemen AS menyerukan penentuan nasib sendiri di Balochistan.

Aliansi tersebut, yang menggunakan Twitter dan Facebook untuk mempromosikan pesannya, didirikan setelah serangan udara AS yang menewaskan 24 tentara Pakistan di perbatasan Afghanistan pada akhir November, yang menjadikan Pakistan menutup perbatasan Afghanistan untuk pasokan NATO.

..Hari ini, kita berkumpul di sini untuk meneriakkan suara protes terhadap intervensi AS di Pakistan..

"Matilah Amerika" dan "Amerika hanya pantas dengan satu perlakuan: jihad, jihad" teriak orang banyak di daerah komersial yang ramai, kata seorang wartawan AFP.

Juga hadir dalam protes tersebut adalah Hamid Gul, yang memimpin lembaga intelijen Pakistan Inter-Services Intelligence (ISI)  selama tahun 1980 saat AS dan Pakistan yang mensponsori perang melawan pasukan Soviet di Afghanistan.

10-tahun aliansi pakistan dalam "perang melawan teror" pimpinan AS di Afghanistan dan tetangga adalah sangat tidak populer di Pakistan.

"Selama 10 tahun pemimpin kita sebagai sekutu Amerika Serikat menumpahkan darah bangsa ini. Kami bersikeras di masa lalu dan mengatakannya lagi sekarang - ini bukan perang kita, "kata Gul kepada kerumunan.

"Bangsa Pakistan tidak akan mengizinkan dimulainya kembali pasokan untuk pasukan NATO di Afghanistan. Jika penguasa berpihak dengan agresi AS, bangsa ini akan bangkit melawan mereka, "ia memperingatkan. (st/AFP)


latestnews

View Full Version