View Full Version
Senin, 30 Apr 2012

Pemerintah Arab Saudi Menutup Kedutaannya di Cairo

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menutup kedutaannya di Kairo, dan menarik duta besarnya pulang ke negaranya, menyusl terjadinya aksi protes atas penangkapan seorang pengacara hak asasi manusia Mesir dan ditahan, Sabtu.

Eskalasi yang tak terduga diikuti aksi protes oleh ratusan orang Mesir di luar Kedutaan Saudi di Kairo dan konsulat di kota-kota lain, dan menuntut pembebasan Ahmed el-Gezawi. Kelompok hak asasi manusia dan keluarganya, mengatakan el-Gezawi ditahan, karena ia dituduh menghina Raja Arab.

Pemerintah Saudi membantah dan mengatakan ia ditangkap karena mencoba menyelundupkan narkotika.

Penahanan el-Gezawi itu memicu memburuknya hubungn diplomatik  antara kedua kekuatan regional sejak Arab Saudi dan negara Arab lainnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Mesir. Kejadian merupakan kondisi yang memburuk sejak Mesir menandatangani perjanjian perdamaian dengan Israel pada tahun 1979. Hubungan diplomatik telah diperbaiki pada tahun 1987.

Kasus El-Gezawi menghidupkan kembali lama dendam atas perlakuan terhadap orang Mesir bekerja di Saudi, yang merupakan tujuan lebih dari satu juta orang Mesir mencari pekerjaan di negeri yang kaya minyak itu.

Pengacara itu terbang ke Jeddah dalam perjalanan melakukan umroh, ungkap adiknya Shereen el-Gezawi. Fakta bahwa dia ditangkap dalam perjalanan untuk melakukan umroh, itu akan menyebabkan krisis politik antara Mesir dengan Arab Saudi.

Keluarganya mengatakan el-Gezawi dinyatakan bersalah secara in absentia dan dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan 20 cambukan oleh pengadilan Saudi.  Karena menghina raja. Namun, dia tidak diberitahu tentang putusan pengadilan menjelang perjalanan ke Saudi itu. El-Gezawi sebelumnya mengajukan gugatan di Mesir terhadap Raja Abdullah atas penahanan sewenang-wenang dugaan ratusan orang Mesir.

Di luar kedutaan besar Kairo awal pekan ini, para demonstran meneriakkan, "Turun Al-Saud!", yang menunjuk keluarga kerajaan.

Para demonstran menyerukan pengusiran duta besar Saudi di Kairo, dan beberapa mengangkat sepatu mereka di samping gambar Abdullah, tanda penghinaan yang mendalam di dunia Arab. Lainnya memanjat dinding kedutaan Arab Saudi di Kairo. Dalam konsulat di kota pelabuhan Suez, pengunjuk rasa memblokir staf kedutaan yang hendak  meninggalkan kantornya,  Kamis.

Kantor berita Saudi mengutip seorang pejabat kementerian luar negeri, mengatakan protes itu mencoba untuk menyerbu kedutaan, dan mengancam keselamatan staf diplomatik, dan ini merupakan pelanggaran konvensi internasional. Arab Saudi memang sangat tidak suka raja dihina atau dikritik". (af/tm)


latestnews

View Full Version