View Full Version
Selasa, 02 Oct 2012

Hamas Tangkap Pimpinan Salafy Jihadi Gaza

JALUR GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) - Kelompok Salafy Jihadi yang berbasis di Gaza Jaysh al-Umma pada hari Senin (1/10/2012) menuduh gerakan Hamas yang berkuasa menangkap dan menyiksa enam anggota kelompok tersebut, termasuk pemimpin mereka.

Dalam sebuah pernyataan yang diperoleh AFP, kelompok itu mengatakan  mereka melanggar "pembungkaman media" atas penangkapan pemimpin kelompok itu Syaikhh Ismail Hamid, juga dikenal sebagai Abu Hafs al-Maqdisi.

Dia "mendekam di sel-sel gelap pemerintahan Hamas, menjadi sasaran interogasi yang keras," kata kelompok itu, menambahkan bahwa lima anggota lainnya juga ditahan oleh pasukan Hamas.

"Tidak akan ada kompromi, Syaikh akan terus berjihad dan berdakwah dan tidak akan tunduk pada perhitungan politik yang membuang hak-hak kami dan membuat berani musuh kita," kata kelompok itu.

Pernyataan itu mengatakan Syaikh Ismail Hamid telah ditangkap di bawah todongan senjata selama bulan puasa Ramadan dan sedang mengalami "penyiksaan fisik dan psikologis."

"Tuduhan terhadap dirinya adalah berjihad karena Allah, dan kaitannya kepada penembakan roket ke pemukiman Yahudi, serta kampanye peringatan di Gaza tentang Syiah dan keyakinan mereka," kata pernyataan itu.

Pemerintah Hamas telah mendapati dirinya bersebrangan dengan serangkaian kelompok-klompok jihad kecil, kelompok Salafi jihadi yang beroperasi di Jalur Gaza, yang telah menantang gerakan itu baik atas konfrontasi dengan Israel dan praktek dari pemerintahan Islam di Gaza.

Hamas mempertahankan gencatan senjata dengan Israel secara diam-diam, menyerukan kelompok-kelompok pejuang Islam, termasuk sayap militernya sendiri, untuk menghindari menembakkan roket ke negara Yahudi itu.

Namun kelompok Salafi Jihaadi telah secara teratur melanggar gencatan senjata, dan menuduh Hamas bekerja sama dengan Israel dengan mempertahankan ketengan yang tidak tertulis.

Kelompok-kelompok itu juga telah menantang Hamas di Gaza, menuduh gerakan yang berkuasa di Gaza tersebut gagal untuk menerapkan syariah Islam di wilayah yang jadi penjara terbuka terbesar di dunia bagi warga Palestina. (an/ahram)


latestnews

View Full Version