View Full Version
Senin, 10 Feb 2014

Pemerintah Malaysia Melarang Segala Bentuk Upacara Valentine

PUTRAJAYA (voa-islam.com) - Memang beda antara Indonesia dengan Malaysia. Di Indonesia orang 'berjibun' merayakan hari mesum Valentine, sementara di Malaysia, pemerintahnya dengan sangat keras melarang, dan melakukan tindakan preventif menghindari agar rakyatnya tidak terjerumus dalam kubangan maksiat.

Pemerintah Malaysia benar-benar menjaga bangsanya dari kehancuran budaya Barat, Valentine. Karena itu, Pemerintah Malaysia menggelar  kampanye melarang perayaan Valentine's Day bagi umat Muslim. Menurut pemerintah Malaysia perayaan hari kasih sayang adalah sebuah ''jebakan'' yang mendorong perilaku tak bermoral.

Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan perayaan Valentine, Senin (14/2), sangat tidak cocok bagi Muslim. Sejumlah negara bagian Malaysia dilaporkan berencana untuk mengadakan razia di sejumlah hotel untuk menghentikan pasangan muda yang berniat untuk melakukan seks pra nikah.
 
Kampanye anti perayaan Valentine di Malaysia ini juga didasarkan pada fatwa ulama yang dikeluarkan pada tahun 2005. Guna mendukung kampanye ini pemerintah telah membagi selebaran bagi pelajar dan mahasiswa Muslim yang meminta mereka tidak perayaan hari kasih sayang.
 
Menteri Agama, Wan Mohamad Sheikh Abdul Aziz, mengatakan dalam kenyataan dan sejarahnya, perayaan hari Valentine sama dengan aktivitas buruk. "Dan Islam  menolaknya, bahkan kebudayaan Timur,'' ujarnya. Namun, kata Aziz, Islam tidak pernah menolak pengaruh baik yang datang dari Barat, misalnya seperti perayaan hari Ibu atau hari Ayah.(dbs/afgh/voa-islam.com) 
 

latestnews

View Full Version