View Full Version
Jum'at, 28 Feb 2014

FA Denda Nicolas Anelka 80.000 Pound karena Lakukan 'Salam Anti Yahudi'

INGGRIS (voa-islam.com) - Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) menjatuhkan denda sebesar 80.000 Poundsterling dan larangan lima pertandingan kepada penyerang West Bromwich Albion, Nicolas Anelka karena melakukan sikap tubuh antisemit pada pertandingan yang dimainkan Desember.

Pemain Prancis itu, yang melakukan salam 'Quenelle' setelah mencetak gol ketika timnya bermain imbang 3-3 lawan West Ham United pada 28 Desember, juga diperintahkan untuk menyelesaikan kursus pendidikan wajib.

"Komisi Regulator Independen mendapati bahwa terjadi pelanggaran peraturan terhadap Peraturan FA E3 yang terbukti dilakukan Nicolas Anelka,'' demikian pernyataan FA. ''Komisi mengeluarkan skors lima pertandingan dan denda 80.000 poun,.'' kata FA pada Kamis (27/2/2014).

Hukuman itu ditunda sampai adanya banding atau sampai sang pemain menginformasikan kepada FA bahwa dirinya memutuskan tidak melakukan banding.

Anelka sebelumnya telah menggunakan akun Facebook dan Twitternya yang meminta FA mengecilkan dakwaan dan menyangkal tudingan dirinya merupakan penganut antisemit atau seorang rasis.

Anelka menolak klaim bahwa gerakan yang dibuatnya di lapangan sehari sebelumnya adalah anti - Semit, atau penghormatan secara terselubung seperti hormat Nazi.

"Saya tidak tahu apa agama ada hubungannya dengan hal itu. Tentu saja aku bukan anti-Semit atau rasis dan [aku] bertahan dengan sikap saya," kata Anelka dalam tweet, menyebut gerakan itu hanya "anti kemapanan". kata Anelka dalam serangkain tweets yang dia buat..

Dia juga meminta "masyarakat untuk tidak tertipu oleh media" yang bersama-sama menyamaratakan sesuatu dan menyebabkan argumen tanpa mengetahui apa maksud dari gerakan itu sesungguhnya".

Ia mengatakan bahwa sikap tubuh itu, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai salam Nazi yang dibalik, merupakan penghormatan terhadap rekannya komedian Prancis, Dieudonne M'Bala M'Bala, yang menemukannya.

Menjadi Muslim sejak umur 16 tahun

Nicolas Anelka merupakan salah satu punggawa sepakbola Prancis yang beragama Islam selain Samir Nasri, Franck Ribery dan beberapa lainnya. Dia lahir di Versailles, Prancis, pada 14 Maret 1979, dan menghabiskan masa kecilnya di Trappes, sebuah kota kecil yang terletak di pinggiran barat Kota Paris. Sebelum menjadi seorang Muslim, Anelka adalah seorang atheis alias tidak percaya adanya Tuhan. Ia bukanlah penganut agama Kristen, seperti yang diperkirakan sebagian orang, karena Anelka pernah benar-benar tidak mempercayai keberadaan Tuhan.

Namun, ketika tidak beragama itulah, dia banyak bergaul dengan temannya dari keluarga Muslim. Dari situlah striker yang pernah membela beberapa klub besar seperti Chelsea, Real Madrid dan Manchester City itu mulai tertarik dengan Islam.

“Saya menjadi ‘seorang Muslim’ sejak saya berusia 16 tahun,” kata Anelka kepada majalah Super yang berbasis di Arab Saudi.

Kepada majalah FourFourTwo, juru gedor 33 tahun yang mengantarkan Prancis merengkur tropi Piala Eropa 2000 ini mengungkapkan alasan mengapa memilih Islam. Islam, kata Anelka, adalah cara hidup yang sesuai dengannya.

“Saya merasa nyaman dan tenang dengan agama dan hidup saya hari ini,” ujar pemilik nama Muslim, Abdul Salam Bilal Anelka ini. (st/ROL)


latestnews

View Full Version