View Full Version
Jum'at, 20 Jun 2014

Presiden Obama : Amerika Akan Melakukan Invasi Milter ke Irak

WASHINGTON DC (voa-islam.com) - Presiden Barack Obama mengatakan Amerika Serikat siap  melakukan invasi militer ke Irak, dan dengan  "target"  terhadap ISIS yang memerangi pemerintah Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki, dan sekarang sudah mendekati ibukota Bagdad. ISIS juga telah mengambil alih kilang minyak terbesar Irak, Baiji, Kamis, 19/6/2014.

Jatuhnya kilang minyak terbesar Irak ini, dampaknya akan menimbulkan kekacauan ekonomi secara global. Karena, Irak menjadi pemasok minyak bagi industri dan ekonomi Barat. Jika ISIS mengontrol seluruh kilang minyak Irak. Maka, Barat hanya menggantungkan cadangan minyak Arab Saudi, yang sekarang menghadapi krisis di dalam negeri.

"Ke depan, kita akan siap melakukan invasi militer ke Irak dengan sasaran militer yang tepat, jika ISIS sudah menjadi ancaman, dan  kita menentukan tindakan invasi ini, sesudah evaluasi  situasi di lapangan ," kata Obama di Gedung Putih setelah bertemu anggota tim senior  keamanan nasionalnya.

Obama juga mengatakan Amerika Serikat siap mengirim  300 penasehat militer untuk mempelajari bagaimana melatih dan memperlengkapi pasukan Irak dan telah meningkatkan kemampuan intelijen dalam negeri Irak.

"Kami siap untuk mengirim sejumlah  penasihat militer tambahan Amerika, hingga 300 personil, dan menilai bagaimana kita dapat melatih militer Irak yang terbaik, dan memberikan saran dan mendukung pasukan keamanan Irak akan maju," kata Obama.

Presiden Amerika Obama, mengatakan ini langkah yang baik untuk Washington melakukan campur tangan di Irak,  jika pejuang ISIS membangun basis kekuatan di Irak, dan  akhirnya bisa menimbulkan ancaman bagi Barat.

Obama mengatakan Amerika Serikat adalah membentuk pusat operasi bersama di Baghdad dan Irak utara, Associated Press melaporkan.  Dia mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah meningkatkan operasi intelijen, pengawasan dan pengintaian dalam operasinya di Irak untuk lebih memahami ancaman terhadap Baghdad.

Dan Obama mengatakan bahwa dia akan mengirimkan Menteri Luar Negeri John Kerry ke Eropa dan Timur Tengah akhir pekan ini untuk berkonsultasi dengan sekutu AS pada langkah-langkah berikutnya ke depan menghadapi krisis Irak.

 Persongkolan antara rezim Syi’ah dengan Amerika Serikat, Eropa dan para pemimpin munafik Arab, bersama-sama bertujuan menghancurkan ISIS di Irak, karena sudah menjadi ancaman global. (afh/aby/voa-islam.om)


latestnews

View Full Version