View Full Version
Selasa, 28 Oct 2014

AS Desak Anggota Koalisi untuk Perang Online Melawan Islamic State

KUWAIT CITY, KUWAIT (voa-islam.com) - Washington hari Senin (27/10/2014) menyerukan perang melawan Islamic State (IS) untuk diperluas hingga ke Internet. Seruan ini muncul ketika mitra koalisi bertemu untuk membicarakan bagaimana untuk menghentikan propaganda online para jihadis.

Membuka pembicaraan di Kuwait City, pensiunan jenderal John Allen mengatakan Islamic State mempromosikan "merek perang menghebohkan" online mereka, di mana kelompok itu "merekrut dan menyesatkan yang tidak bersalah".

"Hanya pada saat kita bertarung dengan kehadiran ISIL (secara) online, menyangkal legitimasi pesan yang dikirim ke orang-orang muda yang rentan ... baru kemudian bahwa ISIL (IS) akan benar-benar dikalahkan," kata Allen, menggunakan nama alternatif untuk kelompok mujahidin tersebut.

Allen, yang mengkoordinasi kampanye pimpinan AS terhadap IS, bertemu dengan perwakilan dari negara-negara koalisi termasuk Bahrain, Inggris, Mesir, Prancis, Irak, Yordania, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Islamic State, yang telah menyita sebagian besar Suriah dan Irak dan menyatakan sebuah "khilafah" Islam, mengoperasikan sebuah kehadiran online yang canggih, sering memposting video propaganda dan menerbitkan sendiri majalah yang dirancang para ahli.

Beberapa video telah menampilkan aksi mereka, termasuk pemenggalan kepala di depan kamera dua wartawan AS dan dua pekerja bantuan Inggris.

IS dan para pendukungnya juga memiliki kehadiran yang kuat di media sosial, yang telah menjadi alat rekrutmen penting untuk menarik pejuang asing untuk tujuan mereka.

Pemerintah Barat telah semakin khawatir dengan jumlah orang Eropa dan Amerika yang pergi ke Suriah untuk berjuang bersama dengan IS.

Kepedulian juga meningkat atas pengaruh secara online kelompok itu di kalangan anak muda Muslim yang tidak puas yang tinggal di Barat dan panggilan bagi mereka untuk melakukan serangan terhadap sasaran-sasaran Barat.

Allen mengatakan pembicaraan di Kuwait akan fokus pada "bagaimana menurunkan dan mengalahkan pesan ISIL dan bagaimana kita semua dapat menghadapi dan memerangi kehadiran mereka di ruang informasi dan online."

Ini akan memerlukan "pendekatan menyeluruh, terkoordinasi di tingkat internasional, regional dan lokal, menggabungkan militer, penegakan hukum, intelijen, ekonomi dan alat-alat diplomatik." katanya.

Washington telah membangun sebuah koalisi dengan negara-negara Barat dan Arab untuk memerangi Islamic State, meluncurkan serangkaian serangan udara terhadap kelompok itu di Irak dan Suriah dan menukung pasukan darat setempat termasuk militer Irak, pejuang oposisi Suriah dan pasukan milisi Kurdi. (st/tds)


latestnews

View Full Version