View Full Version
Sabtu, 05 Sep 2015

Rumah Perdana Menteri Finlandia Juha Sipila untuk Para Imigran

HELSINKI (voa-islamc.om)- Seluruh media dunia tak henti-henti memberitakan dan mengulas tentang krisis kemanusiaan yang terkait nasib para imigran, yang sekarang membanjiri Uni Eropa. Perjuangan yang sangat luar agar bisa keluar dari negara-negara terlibat perang, sangat luar biasa, dan penuh dengan tragedi. 

Sementara itu, Perdana Menteri Filandia, Juha Sipila mengatakan dia menawarkan rumahnya sendiri untuk menampung para pencari suaka. Hal itu dia utarakan dalam wawancara dengan radio nasional Finlandia, Yle, Sabtu (05/09), seperti dilaporkan Kantor berita Reuters.

Dia kemudian meminta semua warga Finlandia menunjukkan solidaritasnya agar membantu orang-orang yang menyelamatkan diri dari perang dan konflik. Dalam menjalankan aktivitasnya, Sipila resmi berkantor di ibu kota Helsinki, tetapi kediamannya di kawasan utara Filandia, yaitu di Kempele, jarang dia tinggali.

Menurutnya, para pencari suaka dapat tinggal di rumahnya di kawasan utara tersebut. Lebih lanjut dia mengatakan, rencana Uni Eropa untuk menempatkan sekitar 120.000 pencari suaka di sejumlah negara harus bersifat sukarela.

Dia mengharapkan Finlandia dapat menunjukkan contoh yang baik dalam menerima para pencari suaka. Perdana Menteri Juha Sipila sebelumnya dikenal sebagai seorang miliarder yang bergerak di bidang teknologi.

Pada bulan Juni lalu, Sipila mengeluarkan kebijakan kontroversi yaitu para menteri dan pejabat tinggi pemerintahnnya dilarang menggunakan kantor model lama.  Mereka diminta bekerja di satu ruang bersama tanpa sekat atau biasa disebut open-plan office.

Ini dilakukan sebagai tindak lanjut program prioritas pemotongan anggaran dan reformasi dengan tujuan menghemat anggaran sebesar miliaran dolar. Awal tahun ini, Finlandia -melalui stasiun radio nasional Finlandia, Yle- aka menyiarkan serial pembacaan al-Al-Quran..

Menurut pengelolanya, ini dilakukan sebagai bagian untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat negara Skandinavia itu mengenai Islam dan budayanya. Sungguh perubahan masyarakat Uni Eropa sangat nampak, dan perubahan juga media massa dunia yang sekarang berpihak kepada para imigran, membela mereka. Ini perubahan yang sangat penting. (dita/wb/voa-islam.com)

 


latestnews

View Full Version