View Full Version
Kamis, 11 May 2017

Otoritas Palestina Hentikan Pengiriman Persediaan Obat-obatan dan Susu Bayi ke Jalur Gaza

JALUR GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) - Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah telah berhenti mengirimkan persediaan medis dan susu formula bayi ke berbagai rumah sakit di Jalur Gaza, seorang pejabat di kementerian kesehatan di Gaza mengumumkan hari Rabu (10/5/2017).

Munir Al-Barsh, direktur departemen farmasi kementerian di Gaza, mengatakan bahwa kementerian tersebut baru-baru ini diberi tahu Otoritas Palestina bahwa mereka tidak lagi memasok Gaza dengan persediaan obat-obatan dan susu bayi.

Barsh mengatakan bahwa keputusan itu bermotif politik, menambahkan bahwa dia telah berhubungan dengan pejabat senior di Kementerian Kesehatan di Tepi Barat untuk "menentukan arti keputusan itu dan berapa lama itu akan berlaku."

Dia memperingatkan dampak "bencana" pada situasi kesehatan di Gaza. "Ini adalah keputusan yang memiliki implikasi destruktif bagi penduduk [Gaza], dan terutama untuk orang-orang yang sakit kronis dan anak-anak," katanya.

Meskipun sejumlah besar obat-obatan, termasuk bagian untuk Gaza, baru-baru ini memasuki gudang kesehatan di Ramallah dan Nablus, kekurangan obat-obatan yang serius telah berkembang dalam beberapa hari ini di Gaza karena rumah sakit belum dipasok dengan obat-obatan selama lebih dari tiga bulan, menurut Barsh.

Pejabat kementerian tersebut menekankan bahwa rumah sakit di kantong tersebut telah melaporkan bahwa mereka mengeluarkan 175 jenis obat-obatan, 17 di antaranya mengobati pasien kanker. "Sembilan puluh persen pasien kanker tidak memiliki obat-obatan hari ini di Gaza, dan banyak pasien perlu pergi ke Israel untuk menerima obat mereka," Barsh memperingatkan.

Barsh meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan intuisi internasional untuk melakukan intervensi "sebelum krisis meningkat."

Penduduk Gaza telah berada di bawah pengepungan Israel selama lebih dari 10 tahun, dengan sebagian besar perlintasan kota itu ditutup, mencegah barang dan bantuan memasuki kantong Palestina yang saat ini diperintah Hamas tersebut. (st/MeMo)


latestnews

View Full Version