View Full Version
Jum'at, 19 May 2017

Anggota Parlemen Kuwait Serukan 'Pengusiran' Guru Asing dari Negara Itu

KOTA KUWAIT, KUWAIT (voa-islam.com) - Seorang anggota parlemen Kuwait meminta penggantian para guru ekspatriat dengan guru asli Kuwait untuk mengurangi jumlah orang asing di tengah seruan terbaru penegakan politik warga Kuwait atas ekspatriat di negara itu.

Anggota Parlemen Osama Al-Shaheen sebagaimana dikutip oleh Gulf News mengklaim langkah-langkah tersebut harus keluar karena sebuah kebutuhan mendesak untuk mengatasi 'ketidakseimbangan demografis'.

"Angka-angka menunjukkan bahwa negara ini memiliki 71.014 guru, termasuk 46.079 warga Kuwait, yang berarti ada 24.935 guru Arab dan non-Arab yang eksis.

Semua ini berarti ada kemungkinan 25.000 pekerjaan untuk pria dan wanita Kuwait," kata Al-Shaheen Saat konferensi pers pada hari Selasa (16/5/2017) di Kuwait City.

Dia juga meminta pengurangan jumlah anak-anak expatriat yang bersekolah di sekolah negeri, terlepas dari apakah orang tua mereka mampu membayar pendidikan di tempat swasta atau tidak.

Ini terlepas dari fakta bahwa siswa expatriat tidak dapat secara otomatis mendaftar di sekolah umum.

Mereka harus berada di bawah kategori siswa yang telah diberi pembebasan oleh negara.

Komentar Al-Shaheen datang saat pemerintah Kuwait mencoba merekrut guru ekspat, memberikan penekanan khusus untuk mempekerjakan guru-guru Palestina.

Pada bulan Oktober 2016, Duta Besar Palestina untuk Kuwait Rami Tahboub telah mengumumkan bahwa Kementerian Pendidikan Kuwait berusaha untuk mempekerjakan guru Palestina untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di tahun ajaran 2017-2018.

Ini terjadi karena orang-orang Palestina di Kuwait memiliki reputasi sebagai pendidik terbaik, terutama karena kontribusi guru-guru Palestina yang berkontribusi dalam mempererat institusi pendidikan dan pemerintahan Kuwait lainnya saat negara tersebut berkembang.

Bagaimanapun, pertanyaan tentang "ketidakseimbangan demografis" di Kuwait telah menyebabkan meningkatnya sentimen permusuhan terhadap ekspatriat, dan pengetatan undang-undang dan peraturan untuk mencegah mereka tinggal di negara tersebut.

Langkah-langkah radikal telah diusulkan, termasuk pelarangan ekspatriat dari mengemudi, untuk mengurangi lalu lintas jalan.

Warga Kuwait juga telah bertindak berdasarkan retorika rasis yang dilontarkan terhadap ekspatriat, yang seringkali membahayakan jiwa para pekerja rentan. (st/tna) 


latestnews

View Full Version