View Full Version
Sabtu, 10 Jun 2017

Analis: AS Pemicu Krisis Diplomatik di Kawasan Teluk Persia

BEIRUT, LIBANON (voa-islam.com) - Seorang analis dari Surat Kabar Al-Akbar Libanon percaya bahwa Amerika Serikat telah memicu krisis diplomatik di kawasan Teluk Persia, dan bahwa keputusan untuk mengisolasi Qatar tidak ada hubungannya dengan Arab Saudi.

"Jelas dari pernyataan dan dari tweet Presiden [Donald] Trump bahwa dia mengatakan ini adalah hasil kunjungannya ke wilayah tersebut. Ini terjadi segera setelah kunjungan tersebut, jadi wajar jika orang mengira ini sudah direncanakan sebelumnya dan sang presiden membenarkan hal itu," kata Omar Nasheebe seperti dilansir Press TV hari Kamis (8/6/2017).

"Ketegangan ini benar-benar merupakan representasi dari apa yang akan menjadi politik Timur Tengah," analis tersebut mencatat, menekankan bahwa ini bukan hanya "insiden yang lewat antara Qatar dan negara-negara sekitarnya."

Nashabe selanjutnya mengingat bahwa Arab Saudi sebelumnya dituduh oleh AS mendukung organisasi teroris berdasarkan email bocor mantan sekretaris negara Hillary Clinton, dengan alasan bahwa Riyadh mungkin telah "membeli diri sendiri" dengan membuat perjanjian bisnis dengan Presiden Trump.

Nashabe lebih jauh berpendapat bahwa bukan kepentingan Arab Saudi untuk mengisolasi Qatar, yang memperkirakan bahwa ketegangan di antara negara-negara Arab Teluk Persia akan meningkat.

Dia menyarankan agar Riyadh melakukan dialog dengan Doha untuk menciptakan stabilitas di wilayah tersebut, dengan alasan bahwa eskalasi apapun dapat menyebabkan "bentrokan serius" dengan potensi membahayakan semua pihak.

"Keamanan di Teluk (Persia) harus menjadi yang terpenting dan ini adalah kepentingan berbagai negara. Saya pikir inilah yang harus mereka fokuskan jika mereka ingin melindungi kepentingan mereka," sang analis menyimpulkan. (st/ptv)


latestnews

View Full Version