View Full Version
Selasa, 04 Jul 2017

Menhan Filipina: Komandan Islamic State Isnilon Hapilon Masih Bertempur di Kota Marawi

KOTA MARAWI, FILIPINA SELATAN (voa-islam.com) - Setelah militer Filipina mengumumkan bahwa pemimpin Islamic State (IS) setempat Isnilon Hapilon mungkin telah lolos dari serangan pemerintah di Marawi, sekarang Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan bahwa mereka telah menerima laporan bahwa pemimpin IS itu masih berjuang di kota mayoritas Muslim yang terkepung tersebut.

"Dia masih di dalam Marawi. Dia bersembunyi di dalam salah satu masjid di Marawi. Saya rasa ini mungkin benar," kata Lorenzana, mengutip laporan intelijen baru seperti dilansir Mindanao Examiner hari Senin (3/7/2017).

Para propagandis militer memanfaatkan laporan bahwa Hapilon telah melarikan diri, mengklaim kepada para wartawan yang meliput pertempuran di Marawi bahwa pemimpin IS itu telah meninggalkan para komandannya di tengah pertempuran dan menyebutnya seorang pengecut.

Mereka juga mengklaim bahwa saudara laki-laki Omar dan Maddie Maute, kedua komandan IS lain, telah gugur dalam pertempuran tersebut, mengutip laporan intelijen, namun militer gagal memberikan bukti bahwa keduanya telah terbunuh. Tak hanya itu, mereka juga mengklaim bahwa para komandan IS sekarang saling bertarung mengenai bagaimana membagi jarahan mereka dan bahwa ada celah dalam kepemimpinan IS.

Baik militer maupun IS telah terlibat dalam propaganda media sejak pertempuran dimulai pada 23 Mei ketika para pejuang Islamic State menduduki Marawi.

Militer mengklaim lebih dari 330 pejuang tewas dalam pertempuran tersebut, mengutip klaim dari warga sipil dan komandan militer di lapangan. Namun pejabat keamanan tidak dapat memberikan jumlah pasti jenazah para pejuang IS yang ditemukan oleh tentara di Marawi, meskipun setidaknya 80 tentara tewas dalam perang tersebut dan bahwa tiga lusin warga sipil tewas dalam kekerasan yang mencengkeram ibu kota Lanao del Sur, Satu dari 5 provinsi di bawah daerah otonomi Muslim yang bermasalah.

Pertempuran itu sendiri telah menyebabkan lebih dari 200.000 orang mengungsi. (st/ME)


latestnews

View Full Version