View Full Version
Senin, 31 Jul 2017

Turki Tahan Sekelompok Tentara Penganiaya 4 Pemuda Suriah di Perbatasan

ANKARA, TURKI (voa-islam.com) - Pihak berwenang Turki telah menahan sekelompok tentara yang difilmkan tengah melakukan pemukulan dan secara verbal melecehkan empat pemuda Suriah yang berusaha menyeberangi perbatasan secara tidak sah, kata militer dalam sebuah pernyataan.

Video tersebut, yang banyak dibagikan di media sosial menunjukkan empat tentara Turki menendang dan memukul orang-orang Suriah.

"Para petugas yang bersangkutan ditahan dan semua prosedur administratif dan peradilan segera dimulai terhadap mereka," kata militer dalam sebuah pernyataan di situsnya pada hari Ahad (30/7/2017).

Insiden tersebut terjadi pada hari Jum'at sekitar pukul 11:00 siang di perbatasan Turki-Suriah, menurut militer.

Dikatakan orang-orang Suriah yang berusaha menyeberang secara ilegal itu dideportasi kembali setelah melewati pemeriksaan medis.

Video tersebut rupanya difilmkan oleh satu tentara, yang bayangannya muncul dalam rekaman tersebut. Tidak segera jelas bagaimana rekamannya dirilis.

Seorang tentara bertanya kepada orang-orang Suriah tersebut: "Maukah kamu datang ke Turki lagi? Diam! Jangan berteriak!"

Seorang tentara juga terlihat berulang kali menendang seorang Suriah dan kemudian menendangnya lagi begitu dia berada di tanah. Orang-orang Suriah terlihat mengerang kesakitan dalam video tersebut.

Dan tentara itu bertanya kepada orang lain: "Mengapa Anda membawa para pengungsi masuk? Apakah Anda seorang penyelundup?"

Turki adalah rumah bagi 2,9 juta pengungsi Suriah, menurut data pemerintah, namun sebagian besar tersebar di seluruh negeri daripada di kamp-kamp.

Sekutu Ankara telah memberi sambutan hangat atas kemurahan hati yang ditunjukkan oleh Turki kepada tetangganya di Suriah selama konflik tersebut meskipun telah terjadi tanda-tanda ketegangan yang berkembang baru-baru ini.

Awal bulan ini, seorang pengungsi Suriah di Turki diperkosa dan dipukul sampai mati oleh penyerang bersenjatakan tongkat beberapa hari sebelum dia melahirkan, dan bayi perempuannya yang berusia 10 bulan dicekik, dalam pembunuhan ganda yang brutal yang memicu kemarahan.

Pada tahap awal konflik, Turki memiliki kebijakan "pintu terbuka" bagi warga Suriah yang ingin melarikan diri ke negara tersebut namun kenyataannya perbatasan tersebut telah diperketat sejak saat itu.

Kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International, telah menuduh pasukan Turki menembaki orang-orang Suriah yang berusaha menyeberangi perbatasan. Namun Ankara selalu membantah dugaan pelanggaran tersebut. (st/Nahar) 


latestnews

View Full Version