View Full Version
Ahad, 29 Oct 2017

Pejabat Hamas: Kesepakatan Persatuan dengan Fatah Terus Berlanjut Meski Terjadi Serangan Bom Mobil

JALUR GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) - Kepala keamanan Hamas Tawfiq Abu Naim meninggalkan rumah sakit hari Sabtu (28/10/2017) setelah terluka dalam sebuah pemboman mobil dan berjanji bahwa sebuah kesepakatan yang bertujuan untuk mengakhiri keretakan satu dekade dengan saingannya Fatah akan tetap berada di jalur yang benar.

Ledakan Jum'at yang melukai Abu Naim dicap oleh kementerian dalam negeri Hamas sebagai "usaha pembunuhan yang gagal."

Pemimpin Hamas Ismail Haniya memberi isyarat kepada Israel untuk disalahkan, namun tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab.

Abu Naim mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa "tujuan orang-orang yang melakukan tindakan tercela ini tidak akan tercapai."

"Kami bertekad untuk meninggalkan perpecahan di belakang dan mewujudkan persatuan nasional yang penting dengan segala cara," katanya.

Abu Naim mengatakan batas waktu 1 November bagi Hamas untuk menyerahkan penyeberangan perbatasan ke Otoritas Palestina akan dipatuhi.

Gerakan Fatah pimpinan presiden Palestina Mahmud Abbas menandatangani sebuah kesepakatan rekonsiliasi pada 12 Oktober dengan gerakan Islam Hamas, yang telah memerintah Jalur Gaza selama 10 tahun. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Otoritas Palestina yang didominasi Fatah akan melanjutkan kontrol atas Gaza - yang dikuasai Hamas dalam sebuah perang saudara dekat dengan Fatah di tahun 2007 - pada tanggal 1 Desember.

Nasib pasukan keamanan Hamas setelah mentransfer kekuasaan ke PA di wilayah tersebut merupakan salah satu masalah paling rumit yang dihadapi proses rekonsiliasi.

Abbas ingin serah terima menjadi komprehensif dan mencakup semua institusi keamanan, namun pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, mengatakan bahwa "tidak ada seorangpun" yang dapat memaksa kelompoknya untuk melucuti senjata.

Sementara itu, Israel dan Amerika Serikat mengatakan bahwa Hamas harus melucuti senjata sebagai bagian dari pemerintah persatuan manapun. Mereka juga mengatakan bahwa mereka harus mengakui Israel. (st/MeMo) 


latestnews

View Full Version