View Full Version
Kamis, 15 Feb 2018

Malaysia Bela Keputusan Izinkan Delegasi Israel Hadiri Konferensi PBB di Kuala Lumpur

KUALA LUMPUR, MALAYSIA (voa-islam.com) - Malaysia pada hari Kamis (15/2/2018) membela keputusan untuk mengizinkan delegasi tingkat tinggi Israel menghadiri sebuah konferensi PBB di Kuala Lumpur setelah tindakan itu memicu kemarahan yang meluas di negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut.

Menteri Luar Negeri Anifah Aman mengatakan Malaysia, sebagai tuan rumah forum internasional pembangunan perkotaan pekan lalu, tidak memiliki pilihan kecuali membiarkan semua negara anggota PBB untuk ikut serta.

Malaysia tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel dan banyak orang di negara tersebut mendukung masalah Palestina, dengan ribuan orang turun ke jalan pada bulan Desember untuk melakukan demonstrasi ketika Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara Yahudi tersebut.

Delegasi Israel pada konferensi tersebut dipimpin oleh David Roet, yang dulunya adalah wakil duta besar Israel untuk PBB, dan termasuk pejabat senior kementerian luar negeri lainnya dan seorang mantan menteri, Times of Israel melaporkan.

Roet memposting foto dirinya di Twitter di berbagai lokasi di sekitar Kuala Lumpur dan di samping bendera Malaysia.

"Saya memiliki harapan besar untuk hubungan baik antara kedua negara kita di masa depan," katanya dalam sebuah tweet.

Kelompok oposisi dan LSM Islam menyerang pemerintah karena mengizinkannya ikut serta dalam acara tersebut, dengan Rais Hussin dari partai politik Bersatu yang melabelinya sebagai "tindakan buruk terhadap kepentingan Palestina".

"Israel akan sangat senang bahwa ini telah terjadi," katanya kepada AFP.

Namun Menteri Luar Negeri Anifah menegaskan bahwa Malaysia telah dipaksa untuk mengizinkan Israel berpartisipasi, mencatat surat undangan untuk negara Yahudi tersebut tidak ditandatangani oleh pejabat Malaysia manapun.

"Masalah Malaysia dengan diam-diam membangun hubungan dengan Israel melalui forum ini tidak akan muncul," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Posisi kita terhadap Israel tetap tidak berubah. Untuk menyiratkan sebaliknya adalah indikasi niat jahat dan ganas."

Malaysia sebelumnya telah menghentikan orang-orang Israel memasuki negara tersebut untuk acara-acara internasional.

Pada tahun 2015 dua peselancar
Israel ditolak visanya untuk sebuah kompetisi di pulau liburan Langkawi, memaksa mereka untuk menarik diri dari acara tersebut. (st/AFP)


latestnews

View Full Version