View Full Version
Jum'at, 20 Apr 2018

Israel Kembali Tutup Media Palestina

YERUSALEM (voa-islam.com) - Israel telah menutup sebuah organisasi media Palestina di Yerusalem Timur karena diduga "menghasut kekerasan".

"Pihak berwenang Israel memasang surat perintah di pintu organisasi tersebut - dengan mencantumkan nama Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman sebagai orang yang  mengumumkan penutupan," ungkap Ahmed al-Safadi, Direktur Yayasan Media Pemuda Elia kepada Anadolu Agency pada hari Kamis kemarin (19/4/2018).

Yayasan yang berbasis di Yerusalem Timur ini dikenal mendokumentasikan pelanggaran Israel terhadap warga Palestina.

Terutama, keputusan Israel terkait institusi Palestina di Yerusalem yang kerap dikeluarkan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel, bukan melalui Menteri Pertahanan.

"Kami terkejut menemukan keputusan tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan - itu sangat tidak biasa," kata al-Safadi.

Langkah itu, katanya, harus dilihat dalam konteks sebagai upaya Israel untuk memaksa lembaga-lembaga Palestina yang berbasis di Yerusalem agar pindah ke Tepi Barat yang sudah diduduki.

"Ini tidak bisa diterima," kata al-Safadi. “Kami menuntut hak kami untuk mengekspresikan sudut pandang kami; tidak ada pembenaran sama sekali untuk penutupan ini. ”

Dia menambahkan: "Aksi pemerintah Israel ini adalah upaya nyata untuk membungkam pandangan alternatif mengenai apa yang terjadi di Yerusalem."

Dua hari yang lalu, Lieberman mengatakan melalui Twitter bahwa dia baru-baru ini menandatangani keputusan mengklasifikasikan yayasan sebagai organisasi "teroris".

Dalam perkembangan terkait, sejumlah pemukim Israel pada hari Kamis memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha Yerusalem Timur, menurut Badan Wakaf Islam yang dikelola Yordania.[fq/voa-islam.com]

"Sekitar 200 pemukim memasuki kompleks masjid di pagi hari, dengan 40 lainnya datang setelah sholat subuh," kata agensi tersebut dalam sebuah pernyataan.

Seorang penjaga masjid Palestina mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa serangan hari Kamis itu termasuk upaya para pemukim untuk melakukan "ritual Yahudi" di dalam kompleks masjid.

Badan Wakaf Islam telah berulang kali mengutuk serangan semacam itu, frekuensi aksi tersebut pun telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.


latestnews

View Full Version