

KABUL (voa-islam.com): Tiga tentara NATO telah tewas dalam dua hari di Afghanistan selatan dalam insiden berbeda, kata militer Selasa kemarin.
Prajurit NATO ketiga tewas 24 jam kemudian di Afghanistan selatan ketika sebuah bom meledak.
Para pimpinan ISAF mengumumkan kematian tersebut setelah pejabat pertahanan Inggris mengatakan dua tentara Inggris dari resimen yang sama tewas pada hari Senin di Afghanistan selatan dalam insiden terpisah.
Karena kebijakan aliansi, ISAF tidak mengumumkan kebangsaan tentara ketiga yang tewas tersebut.
Kematian terakhir ini menjadikan jumlah tentara asing yang tewas di tahun ini saja akibat perang di Afghanistan menjadi 178, menurut perhitungan situs independen icasualties.org.
Secara total, sudah 520 tentara asing yang tewas tahun 2009 di Afghanistan, yang merupakan tahun paling berdarah bagi pasukan asing sejak invasi negara Barat pimpinan Amerika pada tahun 2001.
NATO dan Amerika Serikat saat ini sedang mengirim ribuan tentara tambahan ke Afghanistan. Penyebaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah mereka menjadi 150.000 pada bulan Agustus mendatang dengan strategi yang direncanakan untuk mengakhiri perang di tahun ke sembilan.
Harapan mereka dengan penambahan ribuan tentara ini dapat segera melumpuhkan perlawanan Taliban. Namun yang terjadi saat ini adalah, Taliban semakin menguat dan serangan-serangan terkoordinasi mereka semakin banyak mengakhiri hidup tentara asing dan tentara Afghanistan. Jika tidak Taliban yang menang tahun ini, maka perang masih akan berlangsung lebih lama lagi.
[za/quq]