

AFGHANISTAN (voa-islam.com) - Perang propaganda negara-negara Barat tidak pernah berhenti berputar. Sesuatu yang disebut sebagai "Koneksi Chechnya" menjadi nama merek dan sekaligus argumen Moskow dan Washington untuk membenarkan kegagalan mereka dalam perang melawan pejuang Islam baik di Chechnya maupun di Afghanistan.
Baru-baru ini, para pembantu Hamid Karzai mengatakan kepada wartawan Barat tentang Muslimah Chechnya yang bertempur di provinsi Kunduz di Afghanistan utara bersama jajaran Taliban.
Para pembantu Hamid Karzai tersebut menyatakan bahwa "informasi mengenai partisipasi pejuang Muslimah Chechnya dalam kegiatan pejuang Taliban itu terungkap pekan lalu setelah pasukan polisi Afghanistan menyelesaikan operasi besar di distrik Dashti Archi", kata seorang kepala polisi provinsi, Abdul Rahman Sayedkhili.
..Beberapa Muslimah Chechnya bekerja sebagai perawat untuk mengobati pejuang Taliban yang terluka, sementara yang lain ahli dalam membuat bom pinggir jalan dan rompi bom jibaku
"Beberapa Muslimah Chechnya bekerja sebagai perawat untuk mengobati pejuang Taliban yang terluka, sementara yang lain ahli dalam membuat bom pinggir jalan dan rompi bom jibaku", klaim Abdul Rahman. Tuduhan ini dilaporkan oleh kantor berita DPA Jerman.
Dalam kasus ini, DPA mengacu pada "seorang mantan komandan Taliban", Mullah Jamaluddin, yang "membenarkan" keberadaan 30 militan perempuan dalam "detasemen-Nya".
Mullah Jamaluddin, menurut DPA, mengatakan kepada wartawan bahwa ia bahkan tahu tentang pernikahan antara pejuang laki-laki Taliban dan Muslimah Chechnya.
DPA juga melaporkan bahwa baru-baru ini sekitar 15 perempuan dari Chechnya menurut dugaan hadir di provinsi Kunduz "membantu kelompok pejuang Islam, dan polisi setempat tengah mencari keberadaan mereka". (aa/kavkaz)