View Full Version
Rabu, 28 Dec 2011

Bom Pinggir Jalan Tewaskan 3 Tentara NATO di Afghanistan Timur

AFGHANISTAN (voa-islam.com) - Sebuah serangan bom pinggir jalan menewaskan tiga tentara NATO di Afghanistan timur, salah satu titik nyala paling mematikan dalam perang 10 tahun melawan pejuang Islam Taliban, menurut militer.

Pasukan Bantuan Keamanan Internasional  (ISAF) NATO pimpinan AS tidak merilis kebangsaan para tentara atau memberikan rincian lebih lanjut dari insiden itu, yang terjadi pada hari Selasa.

Kematian tersebut menjadikan jumlah tentara asing yang tewas di Afghanistan selama tahun ini menjadi 561, menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas angka-angka dari situs independen iCasualties.org.

Sebanyak 711 tentara asing tewas di Afghanistan tahun lalu, total tahunan tertinggi sejak invasi pimpinan AS pada 2001 menggulingkan Taliban dari kekuasaan.

Ada sekitar 130.000 tentara internasional di Afghanistan yang memerangi pejuang Islam pimpinan Taliban, dengan 91.000 dari mereka berasal dari Amerika Serikat.

Sebagian besar pertempuran terburuk terjadi di bagian timur negara itu, dekat perbatasan dengan Pakistan, di mana para pejabat AS dan Afghanistan  mengatakan Taliban menggunakan basis-basis belakang untuk berkumpul kembali dan membuat plot serangan.

Di tengah menurunnya dukungan untuk perang dan ekonomi yang suram di Barat, semua pasukan tempur asing akan menarik diri dari Afghanistan pada akhir 2014, waktu dimana pasukan dan para pejabat Afghanistan  untuk seharusnya mengambil kontrol penuh.

Pada hari Selasa, Presiden Hamid Karzai meminta NATO untuk membubarkan pasukan operasi keamanan tidak teratur di provinsi utara, mengatakan pasukan tersebut telah didirikan "sepihak" tanpa koordinasi dengan pemerintah Afghanistan.

NATO mengatakan Rabu bahwa semua program keamanan semacam itu sedang dibubarkan atau digeser ke kontrol pemerintah Afghanistan.

ISAF mengatakan Program Perlindungan Infrastruktur Kritis, yang melibatkan lebih dari 1.500 personil, telah menjadi salah satu dari beberapa unit yang dibentuk untuk meningkatkan keamanan sementara pasukan reguler Afghanistan tengah dibangun dengan kekuatan penuh.

Kelompok hak asasi manusia memperingatkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata lokal yang didanai AS kadang-kadang digunakan untuk mengisi kekosongan dalam keamanan tersebut telah dikaitkan dengan pelanggaran, kekerasan dan pemerasan. (an/AFP)


latestnews

View Full Version